Demo Tolak UU Cipta Kerja

Kapolres Jaktim: 313 Pelajar Aksi Tolak UU Cipta Kerja Diamankan: 5 Diantaranya Reaktif Covid-19

Namun para pelajar turut andil dalam aksi unjuk rasa menolak UU Cipta Kerja pada Kamis (8/10/2020).

Penulis: Nur Indah Farrah Audina | Editor: Wahyu Aji
TRIBUNJAKARTA.COM/NUR INDAH FARRAH AUDINA
Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Arie Ardian di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Sabtu (10/10/2020) 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nur Indah Farrah Audina

TRIBUNJAKARTA.COM, KRAMAT JATI - Undang-undang Cipta Kerja yang disahkan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menimbulkan polemik di tengah masyarakat.

Gelombang penolakan tak hanya dilakukan oleh buruh maupun mahasiswa.

Namun para pelajar turut andil dalam aksi unjuk rasa menolak UU Cipta Kerja pada Kamis (8/10/2020).

Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Arie Ardian Rishadi mengungkapkan sebanyak 313 pelajar diamankan pihaknya saat hendak melakukan unjuk rasa ke Gedung DPR.

"Jadi kita amankan itu pelajar 313 orang. Ada anak SMP 68 orang, SMK 179 orang. Ada juga yang tidak bekerja 58 orang," kata Kombes Arie di RS Polri Kramat Jati, Sabtu (10/10/2020).

Selama diamakan, seluruh pelajar menjalani rapid test guna mencegah penularan Covid-19.

Sehingga kluster baru penularan Covid-19 dapat diminimalisir dengan rapid test massal bagi pelajar yang diamankan.

"Nah mereka semua kita lakukan rapid test karena memang potensi penularan cukup tinggi. Hasilnya 5 reaktif. Mereka segera di swab test dan saat ini sedang menjalani isolasi mandiri di keadiaman masing-masing sambil menunggu hasil," jelasnya.

Kombes Arie mengimbau masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan, terutama menerapkan 3 M, yakni mengenakan masker, menjaga jarak dan mencuci tangan.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved