Breaking News:

Demo Tolak UU Cipta Kerja

Polisi Duga Ada Aktor di Balik Kerusuhan Demo Tolak UU Cipta Kerja

Menurut Yusri, massa perusuh mendapat suplai logistik, batu, hingga bom molotov untuk sengaja membuat ricuh.

Penulis: Annas Furqon Hakim
Editor: Muhammad Zulfikar
Dok. Warga Setempat/Ratu
Empat toko di wilayah Senen, Jakarta Pusat, hangus terbakar pascakerusuhan antara aparat dan massa aksi anti Undang-Undang Cipta Kerja dan Omnibus Law, kemarin (8/9/2020). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Annas Furqon Hakim

TRIBUNJAKARTA.COM, KEBAYORAN BARU - Polisi menduga ada aktor dibalik kerusuhan demo tolak UU Cipta Kerja.

Saat ini polisi telah mengumpulkan sejumlah barang bukti, termasuk rekaman CCTV.

"Ini masih kita kumpulkan semuanya untuk mencari aktor yang di belakang kelompok ini, karena indikasinya ke arah sana," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus kepada wartawan, Sabtu (10/10/2020).

Menurut Yusri, massa perusuh mendapat suplai logistik, batu, hingga bom molotov untuk sengaja membuat ricuh.

"Dilihat dari mana? Seperti makan, mereka makan itu ada mobil yang mengantarkan makanan ke kelompok mereka, lalu batu-batu sampai bom molotov. Ini masih kita selidiki semua," ungkap dia.

Polda Metro Jaya menetapkan 87 massa perusuh saat demo menolak UU Cipta Kerja sebagai tersangka.

"Kemarin kan saya bilang 285 orang sedang didalami. Nah sekarang diperkecil lagi tinggal 87 orang yang sudah ditetapkan sebagai tersangka," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus, Sabtu (10/10/2020).

Dari 87 tersangka tersebut, tujuh orang di antaranya telah dilakukan penahanan.

Menurut Yusri, tujuh orang itu dijerat Pasal 170 KUHP karena melakukan pengeroyokan terhadap petugas.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved