Breaking News:

Demo Tolak UU Cipta Kerja

BEM PTAI Se-Indonesia Ajak Mahasiswa Ajukan Judicial Review UU Cipta Kerja

Presidium Nasional BEM PTAI se-Indonesia, Nica Ranu Andika, mengatakan pihaknya termasuk yang menolak UU Cipta Kerja.

Penulis: Annas Furqon Hakim | Editor: Elga H Putra
Tribun Jakarta/Annas Furqon Hakim
BEM PTAI menggelar jumpa pers pernyataan sikap terkait Omnibus Law UU Cipta Kerja di kawasan Manggarai, Tebet, Jakarta Selatan, Selasa (13/10/2020). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Annas Furqon Hakim

TRIBUNJAKARTA.COM, TEBET - Forum Komunikasi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Perguruan Tinggi Agama Islam (PTAI) se-Indonesia mengajak mahasiswa mengajukan Judicial Review ke Mahkamah Konstitusi terkait Omnibus Law UU Cipta Kerja.

Presidium Nasional BEM PTAI se-Indonesia, Nica Ranu Andika, mengatakan pihaknya termasuk yang menolak UU Cipta Kerja.

Di sisi lain, sambung dia, BEM PTAI juga mengecam aksi unjuk rasa yang berujung perusakan fasilitas umum.

"Kami dari BEM PTAI mencoba untuk mengkaji lebih dalam untuk mengajak sahabat-sahabat semua melakukan Judicial Review ke Mahkamah Konstitusi," kata Ranu dalam jumpa pers di kawasan Manggarai, Tebet, Jakarta Selatan, Selasa (13/10/2020).

"Ini merupakan langkah konkret yang kami ambil untuk menyelesaikan persoalan yang ada hari ini," tambahnya.

Dari kacamata BEM PTAI, disahkannya UU Cipta Kerja akan menimbulkan problematika pada kaum buruh dan menyengsarakan pihak-pihak terkait.

Ranu mengatakan, pihaknya mendukung mahasiswa mengadakan aksi mereview ulang UU Cipta Kerja.

"Kami juga berharap pemerintah membuka ruang diskusi dengan para mahasiswa, buruh, dan masyarakat sehingga aspirasi bisa disampaikan secara langsung," tutur Ranu.

Demo Berakhir Ricuh

Halaman
12
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved