Breaking News:

Demo Tolak UU Cipta Kerja

Demo Tolak Omnibus Law, Polisi Gencarkan Patroli Siber Pantau Provokator dan Penyebar Hoaks

Demo menolak pengesahan Omnibus Law UU Cipta Kerja akan kembali digelar di Jakarta dan sekitarnya, Selasa (13/10/2020).

Penulis: Annas Furqon Hakim
Editor: Wahyu Aji
TribunJakarta.com/Dwi Putra Kesuma
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus, saat dijumpai wartawan di Pasar Kemiri Muka, Beji, Kota Depok, Rabu (19/8/2020). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Annas Furqon Hakim

TRIBUNJAKARTA.COM, KEBAYORAN BARU - Demo menolak pengesahan Omnibus Law UU Cipta Kerja akan kembali digelar di Jakarta dan sekitarnya, Selasa (13/10/2020).

Selain melakukan pengamanan di lapangan, polisi juga akan menggencarkan patroli siber.

"Patroli siber tetap kita laksanakan. Kita polisi tetap meningkatkan patroli siber untuk memantau provokator-provokator yang melakukan provokasi di dunia maya," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus saat dihubungi, Selasa (13/10/2020).

Yusri menambahkan, patroli siber juga dilakukan untuk meminimalisir penyebaran berita bohong alias hoaks.

"Ini indikasi para provokator-provokator ini yang mengajak hoaks dan nggak benar," terang dia.

12 ribu aparat gabungan dikerahkan untuk mengamankan demo menolak pengesahan Omnibus Law UU Cipta Kerja di Jakarta dan sekitarnya, Selasa (13/10/2020).

12 ribu aparat gabungan itu terdiri dari Polri, TNI, dan Pemerintah Provinsi.

"Pasukan 12 ribu pengamanan terdiri dari Polri, TNI, dan pemprov. Tapi masih ada kita siapkan, kita ada yang stand by. Itu pusatnya di Monas ya. Cadangan kita di DPR," kata Yusri.

Selain itu, sambung Yusri, pengamanan di pusat perekonomian dan mal juga telah disiapkan.

"Aparat menjamin keamanan masyarakat, kita mengharapkan masyarakat untuk tenang. Untuk sentra-sentra perekonomian dan juga mal-mal yang ada sudah kita siapkan pengamanan TNI-Polri," ujar dia.

Ia pun mengimbau pengunjuk rasa menaati protokol kesehatan dan tidak membuat kericuhan yang meresahkan masyarakat.

Menurutnya, pihak kepolisian akan mengedepankan tindakan persuasif dan humanis kepada demonstran.

"Tapi tegas, siapa pun yang berbuat kerusuhan, aparat tidak segan-segan menindak tegas," ucap Yusri.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved