Breaking News:

Keren, Taman Safari Menyulap Kotoran Gajah Jadi Kertas Suvenir Siap Jual

Saat TribunJakarta.com berkunjung, ada sejumlah serat kotoran gajah siap diolah untuk menjadi kertas sebelum dipasarkan

Penulis: Pebby Ade Liana | Editor: Erik Sinaga
TribunJakarta/Pebby Ade Liana
Serat kotoran gajah yang sudah dicuci bersih, kemudian siap diolah menjadi kertas. 

"Tujuannya kalau ambil kotoran yang masih baru, hasil kertasnya akan lebih bagus lebih putih. Sedangkan kalau yang sudah 2 minggu hasilnya akan ada bercak hitam. Itu akan dibuat kompos agar tidak terbuang," jelasnya.

Untuk membuat kertas dari kotoran gajah, pertama-tama pengelola akan mengambil 100 kilogram kotoran gajah dalam satu harinya.

Kotoran gajah yang masih baru, kemudian dicuci bersih menggunakan air hingga terpisah seratnya. Serat dari kotoran tersebutlah yang kemudian diolah untuk menjadi kertas.

Setelah itu, serat kotoran gajah diblender agar teksturnya menjadi lebih halus.

"Habis itu baru kita rebus selama dua jam untuk menghilangkan bakterinya," jelas Novrizal.

Novrizal mengatakan, serat kotoran gajah yang sudah diblender terlebih dahulu dimasak agar bebas dari kuman dan bakteri.

Kemudian setelah diangkat dan kering, serat tersebut akan digiling bersama dengan bubur kertas.

Bubur kertas berfungsi sebagai perekat saat serat kotoran dicetak menjadi kertas.

Bubur kertas tersebut juga dibuat dari limbah kertas yang tidak terpakai.

"Proses dari awalnya bisa memakan waktu setengah hari. Setelah itu sudah langsung menjadi kertas. Kami hanya mampu produksi 210 lembar, karena kita manual tenaga manusia," ungkapnya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved