Breaking News:

Demo Tolak UU Cipta Kerja

Pakai Seragam Sekolah, Remaja Perempuan dan Pria Diamankan Saat Hendak Ikut Unjuk Rasa ke Jakarta

Kendati mayoritas masih berusia pelajar, namun dari beberapa remaja ini ada yang diantaranya sudah putus sekolah.

Penulis: Dwi Putra Kesuma
Editor: Elga H Putra
Tribun Jakarta/Dwi Putra Kesuma
Kapolres Metro Depok, Kombes Pol Azis Andriansyah, saat meminta keterangan dari tujuh remaja wanita yang diamankan, Selasa (13/10/2020). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dwi Putra Kesuma

TRIBUNJAKARTA.COM, CIMANGGIS – Polisi Depok kembali mengamankan sejumlah remaja yang hendak bertolak ke ke Jakarta untuk mengikuti aksi unjuk rasa penolakan Omnibus Law UU Cipta Kerja.

Kendati mayoritas masih berusia pelajar, namun dari beberapa remaja ini ada yang diantaranya sudah putus sekolah.

Kapolres Metro Depok, Kombes Pol Azis Andriansyah, mengatakan, pihaknya cukup prihatin lantaran tak seorang pun dari 15 remaja yang diamankan, yang mengetahui apa itu UU Cipta Kerja.

“Sangat memprihatinkan, mereka sekolah daring tapi pamit ternyata mau ikut aksi ke Jakarta dan gak ngerti juga mereka, memperjuangkan apa, menyampaikan aspirasi apa, mereka tidak tahu, mereka hanya melihat ramai-ramai di televisi lalu mau ikut aksi,” jelas Azis di Mapolsek Cimanggis, Selasa (13/10/2020).

Lanjut Azis, dari 15 remaja yang diamankan, tujuh diantaranya merupakan pelajar perempuan dan merupakan fenomena baru.

"Bahkan ada yang masih sekolah tapi ada yang usia pelajar tapi tidak sekolah. Telah kita lakukan pemeriksaan, foto, sidik jari, kita minta keterangan, mereka motivasinya apa, siapa yang ajak, inisiatif sendiri atau tidak, dan mereka kita cek kesehatannya,” tutur Azis.

Dari 15 remaja tersebut, Azis menuturkan satu diantaranya menunjukan hasil reaktif dari hasil rapid tes.

"Bahaya,mereka ikut aksi yang mereka tidak tahu maksudnya tapi berpotensi menyebar Covid-19 diantara mereka,” imbuhnya.

Azis mengatakan belasan remaja ini tergugah mengikuti aksi setelah mendapat ajakan dan berselancar di jejaring media sosial.

“Ada yang media sosial, ada yang lewat pesan whatsapp. Mereka tahu dari media elektronik ada berita ramai-ramai dan ditanya tujuannya satu, ikut aksi. Kamu ngapain ke Jakarta, ikut aksi gitu doang. Tapi gak tahu aksi apa yang diikuti,” pungkasnya.

Baca juga: Berkenalan Dengan Hu Chun dan Cai Tao, Dua Panda Lucu dan Menggemaskan di Taman Safari Bogor

Baca juga: Sinopsis Film Precious Cargo yang Dibintangi Bruce Willis, Tayang di Bioskop Trans TV

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved