Antisipasi Banjir, 13 Pompa Apung Disebar di Wilayah Jakarta Barat
Ke-13 pompa apung itu disebar di delapan Satpel SDA Kecamatan Jakarta Barat dan di posko pengendalian banjir.
Penulis: Elga H Putra | Editor: Elga H Putra
TRIBUNJAKARTA.COM, KEMBANGAN - Guna mengantisipasi banjir, Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Barat mendapatkan 13 pompa apung dari Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta.
Ke-13 pompa apung itu disebar di delapan Satpel SDA Kecamatan Jakarta Barat dan di posko pengendalian banjir.
"Jakarta Barat ada delapan kecamatan jadi masing-masing dapat satu pompa apung," ujar Kasudin SDA Jakarta Barat Purwanti Suryandari saat dihubungi, Kamis (15/10/2020).
Untuk tiga posko pengendalian banjir Jakarta Barat yang diletakan pompa apung berada di wilayah Kembangan dan dua unit di Jalan Kyai Tapa, Kebon Jeruk, Jakarta Barat.
Seluruh pompa apung berkapasitas menyedot air 50 liter perdetik.
Purwanti menjelaskan, pompa apung dipergunakan untuk atasi genangan-genangan rendah di jalan raya dan pemukiman.
Menurut Purwanti, hal itulah yang membedakan pompa apung dan pompa mobile pada umumnya.
Pasalnya, pompa mobile terkadang sulit menyedot genangan air yang rendah.
Maka dari itu pipa pompa mobile baru dapat menyedot genangan bila ditaruh di saluran air.
"Kalau pompa apung itu bisa menyedot genangan yang rendah setinggi 10 cm sampai 20 cm,"ucap Purwanti.
Diberitakan sebelumnya Dinas Sumber Daya Air (SD) DKI Jakarta menyerahkan 65 pompa apung kepada lima Suku Dinas SDA di wilayah Ibu Kota.
Seluruh pompa itu dapat digunakan untuk menangani genangan yang kerap terjadi di jalan-jalan dan permukiman warga dengan medan yang sempit.
Baca juga: Tutup Jalan Raya Pemuda, Mahasiswa dan Polisi Sampat Terlibat Adu Mulut
Baca juga: Ajak Ngobrol Teman Pakai Bahasa Indonesia, Santri Ini Ditampar Senior hingga Lebam
Kepala Dinas SDA DKI Jakarta Juaini Yusuf mengatakan, total anggaran pembelian pompa itu mencapai Rp 6,5 miliar dengan satu unit pompanya sekitar Rp 100 jutaan.
Dananya, kata dia, diperoleh dari anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) murni 2020.