Breaking News:

Penangkapan Aktivis KAMI

Polri Beberkan Percakapan WAG KAMI Medan: Buat Skenario 1998 hingga Perintah Bawa Bom Bolotov

Polri akhirnya membeberkan isi percakapan yang ada di Whatsapp Group (WAG) "KAMI Medan".

TribunJakarta.com/Annas Furqon Hakim
Para tersangka kasus penghasutan terkait kerusuhan demo Omnibus Law UU Cipta Kerja saat dirilis di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (15/10/2020). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Annas Furqon Hakim

TRIBUNJAKARTA.COM, KEBAYORAN BARU - Polri akhirnya membeberkan isi percakapan yang ada di Whatsapp Group (WAG) "KAMI Medan".

Percakapan itu yang diduga menjadi pemicu kerusuhan pada demo menolak Omnibus Law UU Cipta Kerja.

Kadiv Humas Polri Irjen Pol Argo Yuwono mengatakan, tersangka berinisial KA merupakan admin dari WAG KAMI Medan.

"Pertama yang dimasukkan (di WAG KAMI Medan) ada foto DPR RI. Ada tulisannya 'dijamin komplit, kantor sarang maling dan setan'. Itu tulisannya," kata Argo saat merilis kasus ini di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (15/10/2020).

Tersangka KA, lanjut Argo, juga menulis "mengumpulkan saksi untuk melempari DPR dan melempari polisi".

"Kemudian ada juga dia menuliskan, jangan takut dan jangan mundur," ujar dia.

Para tersangka kasus penghasutan terkait kerusuhan demo Omnibus Law UU Cipta Kerja saat dirilis di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (15/10/2020).
Para tersangka kasus penghasutan terkait kerusuhan demo Omnibus Law UU Cipta Kerja saat dirilis di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (15/10/2020). (TribunJakarta.com/Annas Furqon Hakim)

Polri juga menangkap tersangka berinisial JG, yang juga tergabung di WAG KAMI Medan.

Dalam WAG KAMI Medan, tersangka JG menulis kalimat yang diduga berisi penghasutan.

"Batu kena satu orang, bom molotov bisa kena 10 orang. Buat skenario seperti 1998, penjarahan toko cina dan rumah-rumahnya, preman diikutkan untuk menjarah," tulis JG di WAG KAMI Medan seperti dibacakan Argo.

Baca juga: Dituntut 6 Bulan Bui, Vanessa Angel Tatap Bayinya: Semoga Kami Gak Dipisahin Ya Allah, Aku Sedih

Baca juga: Gagal Temui Kapolri dan Ditolak Jenguk Tokoh KAMI, Gatot Nurmantyo Cs Cekcok Dengan Polisi

Sementara itu, tersangka NZ menuliskan "Medan cocoknya didaratin, yakin pemerintah bakal perang sendiri sama Cina".

"Tersangka WRP, dia sampaikan bahwa besok wajib bawa bom molotov," tutur Argo.

Keempat tersangka itu ditangkap di Medan, Sumatera Utara, pada 9 hingga 12 Oktober 2020.

Penulis: Annas Furqon Hakim
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved