Breaking News:

Antisipasi Virus Corona di DKI

Berkeliaran Saat Isolasi di Rumah, Pasien Covid-19 di Duren Sawit Dijemput Paksa Petugas

Selanjutnya, tim gugus tugas penanganan Covid-19 tingkat RW melakukan penyemprotan disinfektan.

TribunJakarta/Nur Indah Farrah Audina
Tampak depan RSKD Duren Sawit, Jakarta Timur, Sabtu (14/9/2019) 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nur Indah Farrah Audina

TRIBUNJAKARTA.COM, DUREN SAWIT - Masih berkeliaran usai dinyatakan positif Covid-19, satu warga Kelurahan Malaka Jaya, Durem Sawit. Jakarta Timur dijemput tim gugus tugas penanganan Covid-19.

Pasalnya, ulah pasien tersebut tentunya sempat meresahkan warga sekitar.

"Awalnya warga tersebut melakukan isolasi mandiri tapi tidak disiplin. Makanya kita lakukan penjemputan," ujar Lurah Malaka Jaya, Henri kepada awak media, Jumat (16/10/2020). 

Setelah melakukan kordinasi dengan pihak keluarga, akhirnya tim gugus tugas penanganan Covid-19 menjemput pasien tersebut untuk segera diisolasi di RSKD Duren Sawit.

Selanjutnya, tim gugus tugas penanganan Covid-19 tingkat RW melakukan penyemprotan disinfektan.

"Pasien yang dijemput kooperatif karena kita telah kordinasi dengan keluarga. Saya harap untuk selanjutnya, apabila ada warga yang sedang menjalankan isolasi mandiri, diharapkan untuk disiplin sampai dinyatakan selesai, dan hasil swab keluar," ujarnya.

Sementara itu, Puskesmas Kecamatan Ciracas, Jakarta Timur melibatkan Gugus Tugas Penanganan Covid-19 di RT/RW guna mencegah adanya penolakan saat tes swab.

Kepala Puskesmas Kecamatan Ciracas Sunersi Handayani mengatakan pelibatan tersebut termasuk bantuan membujuk warga agar mau mengikuti tes swab.

"Kami pendekatan dibantu RT/RW atau pimpinan perusahaan jika dia bekerja. Alhamdulillah selama ini berhasil," kata Sunersi saat dikonfirmasi di Ciracas, Jakarta Timur, Jumat (16/10/2020).

Meski sejak awal pandemi hingga kini terus melakukan tes swab, baik di Puskesmas Kecamatan hingga kegiatan jemput bola ke permukiman, jajaran Puskesmas Kecamatan Ciracas masih mendapati adanya warga yang sempat menolak sehingga harus dibujuk dulu sampai mau dites swab.

"Tapi jumlah warga yang menolak tidak sebanyak seperti awal pandemi," ujarnya.

Penolakan terhadap tes deteksi Covid-19 sendiri termasuk poin dalam rancangan peraturan daerah (Raperda) Covid-19 DKI Jakarta yang sedang digodok.

Anggota Bapemperda DPRD DKI Jakarta Judistira mengatakan warga yang menolak rapid test dan swab dikenakan denda sebesar Rp 5 juta.

Baca juga: 2 Kali Teror Ular dan Biawak di Rumah Adik Bungsu Raffi Ahmad, Syahnaz Sadiqah Syok: Stres Pokoknya!

Baca juga: Rumah Melati Residence Masih Menggantung Sebagian, Warga Tidur Tak Tenang hingga Minta Dirobohkan

"Ada beberapa hal yang kita atur misalnya orang yang menghindar atau menolak untuk dilakukan pemeriksaan baik rapid maupun PCR itu dikenakan sanksi Rp 5 juta. Ini untuk membuat masyarakat bisa mematuhi apa yang menjadi aturan di DKI Jakarta ini," kata Judistira, Rabu (14/10/2020).

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved