Breaking News:

Penangkapan Aktivis KAMI

Ngerinya Isi Percakapan Grup WA 'KAMI Medan', Singgung Sentimen SARA

Polisi menangkap admin serta anggota grup aplikasi WhatsApp bernama “KAMI Medan” karena diduga terkait aksi menolak UU Cipta Kerja

Editor: Erik Sinaga
Kompas.com/Dewantoro
Kapolda Sumut Irjen Martuani Sormin membenarkan telah dilakukan penangkapan 3 orang, di antaranya Ketua KAMI Medan terkait aksi unjuk rasa menolak UU Cipta Kerja yang berlangsung rusuh. 

TRIBUNJAKARTA.COM- Polisi menangkap admin serta anggota grup aplikasi WhatsApp bernama “KAMI Medan” karena diduga terkait aksi menolak UU Cipta Kerja yang berujung rusuh di Medan, Sumatera Utara.

Total empat orang yang ditangkap di Medan dalam kurun waktu 9-12 Oktober 2020, yakni KA, JG, NZ, WRP.

KA atau Khairi Amri merupakan Ketua Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) Medan.

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Argo Yuwono menyebut KA sebagai admin grup tersebut.

Dalam hal ini sejumlah orang petinggi KAMI ditangkap.

Di antaranya 4 orang berasal dari KAMI Medan dan 4 orang dari KAMI Jakarta.

"Medan KAMI: Juliana, Devi, Khairi Amri, Wahyu Rasari Putri.

Sedangkan Jakarta KAMI: Anton Permana, Syahganda Nainggolan, Jumhur, Kingkin," kata Awi saat dikonfirmasi, Selasa (13/10/2020).

“Yang dimasukkan ke WAG ini ada foto kantor DPR RI dimasukkan di WAG, kemudian tulisannya, ‘Dijamin komplit, kantor, sarang maling dan setan’, ada di sana tulisannya,” ucap Argo di Gedung Bareskrim, Jakarta Selatan, Kamis (15/10/2020).

Kemudian, KA, menurut polisi, juga menulis “Mengumpulkan saksi untuk melempari DPR dan melempari polisi” serta “Kalian jangan takut dan jangan mundur” di grup tersebut.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved