Breaking News:

Pilkada Kota Depok

Tak Ada Paslon Pilkada Depok yang Gunakan Kampanye Daring Dalam 10 Hari Terakhir

Dalam 10 hari terakhir, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Depok mencatat ada 217 kegiatan kampanye yang tersebar di 11 Kecamatan Kota Depok.

Penulis: Dwi Putra Kesuma | Editor: Erik Sinaga
TribunJakarta.com/Dwi Putra Kesuma
Kantor KPU Kota Depok di Jalan Kartini, Pancoran Mas, Kota Depok. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dwi Putra Kesuma

TRIBUNJAKARTA.COM, PANCORAN MAS - Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Depok memasuki tahapan kampanye hingga tanggal 5 Desember 2020.

Dalam 10 hari terakhir, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Depok mencatat ada 217 kegiatan kampanye yang tersebar di 11 Kecamatan Kota Depok.

"Kami merangkum dan menganalisis hasil pengawasan kampanye dalam 10 hari ke-dua terhitung sejak tanggal 6 Oktober - 15 Oktober 2020. Berdasarkan data pengawasan yang terkumpul, terdapat 217 kegiatan kampanye yang tersebar di seluruh kecamatan se-Kota Depok," kata Koordinator Divisi Hukum, Data Informasi, dan Humas Bawaslu Kota Depok, Andriansyah, dalam keterangan resminya, Jumat (16/10/2020).

Lanjut Andriansyah, secara kuantitatif 10 hari terakhir ini Kecamatan Sawangan menjadi lokasi paling banyak diadakannya kegiatan kampanye.

"Kecamatan Sawangan menjadi kecamatan dengan frekuensi terbanyak terselenggaranya kegiatan kampanye pada 10 hari ke-dua, yaitu sebanyak 33 kegiatan," jelasnya.

Dari ratusan kegiatan kampanye dalam 10 hari terakhir ini, Andriansyah berujar tidak ada satu pun pasangan calon yang memilih metode daring.

"Nihil untuk kampanye pertemuan dalam jaringan (daring)," tegasnya.

Baca juga: KPU Kota Depok Perpanjang Pendaftaran Anggota KPPS Pilkada Hingga 18 Oktober 2020

Baca juga: Pastikan Bebas Covid-19, Calon Anggota KPPS di Pilkada Kota Depok Jalani Tes Kesehatan

Baca juga: 1.229.362 Warga Masuk DPT Pilkada Kota Depok 2020

Lebih lanjut, Ardiansyah mengatakan pertemuan tatap muka masih mendominasi kegiatan kampanye dengan persentase 84 persen.

"Pertemuan tatap muka dan dialog masih mendominasi dengan persentase sebesar 84 persen, kemudian sembilan persen pertemuan terbatas, menyusul dengan penyebaran bahan kampanye (metode penyebaran bahan kampanye langsung berupa door to door atau direct selling) sebesar tujuh persen," pungkasnya.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved