Breaking News:

Penangkapan Aktivis KAMI

Tersangka, Pentolan KAMI Sebar Nasi Bungkus, Ajak Demo Bawa Molotov Hingga Duduki DPR Seperti 1998

Polisi menetapkan 9 tersangka penghasutan yang menyebabkan demo tolak UU Cipta Kerja berujung ricuh. Adapun sebagian tersangka merupakan pentolan KAMI

TribunJakarta.com/Annas Furqon Hakim
Para tersangka kasus penghasutan terkait kerusuhan demo Omnibus Law UU Cipta Kerja saat dirilis di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (15/10/2020). 

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Polisi menetapkan 9 orang tersangka penghasutan terkait demo tolak UU Cipta Kerja pada 8 Oktober 2020 lalu.

Mereka ditangkap di Medan, Jakarta, dan Depok dalam kurun waktu 9 Oktober hingga 13 Oktober 2020.

Kesembilan tersangka merupakan pentolan Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) baik di Medan dan Jakarta.

Pentolan KAMI yang jadi tersangka ialah Ketua KAMI Medan Khairi Amri (KHA), Jumhur Hidayat (JH), Syahganda Nainggolan (SN), dan Anton Permana (AP).

Kemudian, ada tiga pengurus KAMI Medan, yaitu Juliana (JG), Novita Zahara S (NZ), dan Wahyu Rasasi Putri (WRP).

Baca juga: Nikita Willy dan Indra Bulan Madu ke Benua Tak Berpenduduk, Tantenya Geleng Kepala: Ekstrem Dia

Baca juga: 5 Arti Mimpi Melihat Angka Menurut Primbon Jawa: Hati-hati Melihat Angka Minus dan Ratusan

Selain itu, mantan Caleg PKS Kingkin Anida (KA) dan admin akun @podoradong Deddy Wahyudi (DW) juga ditetapkan sebagai tersangka penghasutan.

Dalam konferensi pers, Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono menjelaskan peran masing-masing tersangka penghasutan.

Ketua KAMI Medan Khari Amri dan 3 anak buahnya

Tersangka KHA, JG, NZ, WR tergabung dalam satu WhatsApp Group (WAG) yang sama bernama 'KAMI Medan'.

Argo menyebut, pihak kepolisian banyak menemukan narasi penghasutan dan ajakan demo tolak Omnibus Law UU Cipta Kerja.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved