Penjualan PlayStation Meningkat saat Pandemi Covid-19
Untuk PlayStation yang banyak terjual, dia menyebut masih PS 3 lantaran harganya jauh lebih murah dibanding PS 4.
Penulis: Elga H Putra | Editor: Muhammad Zulfikar
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Elga Hikari Putra
TRIBUNJAKARTA.COM, TAMANSARI - Pandemi Covid-19 sepertinya menjadi berkah bagi para penjual game konsol PlayStation (PS).
Pasalnya, para pedagang PlayStation mengaku omzet penjualannya meningkat selama pandemi Covid-19.
Salah satu penyebabnya banyaknya masyarakat yang hanya beraktivitas di rumah sehingga menjadikan PlayStation sebagai hiburan untuk mengusir kejenuhan.
"Drastisnya (peningkatan) itu pas awal pandemi lah sekitar bulan Maret sampai April, naik sampai sekitar 30 persen," kata Andre, salah seorang karyawan toko penjualan PS di pertokoan Millenium Glodok, Jakarta Barat, Senin (19/10/2020).
Untuk PlayStation yang banyak terjual, dia menyebut masih PS 3 lantaran harganya jauh lebih murah dibanding PS 4.
"PS 3 di bawah Rp 2 juta udah dapat. Kalau PS 4 enggak terlalu karena memang segmented ya kan harganya juga masih tinggi," tuturnya.
Saat ini, lanjut Andre, yang lagi banyak diburu pembeli adalah kaset game PS, terutama game sepak bola mengingat baru dirilis beberapa waktu lalu di musim 2020/2021.
Baca juga: Kecelakaan di Marunda, Sopir Truk Trailer Diduga Mengantuk Sebelum Tabrak Truk Pasir
"Yang game bola yang paling ramai. Kalau FIFA disini kita jual Rp 750 ribu. Kalau Pes lebih murah lagi cuma Rp 400 ribu," ucap dia.
Putra, salah seorang yang sedang membeli game FIFA 21 untuk PS 4 mengakui bahwa selama pandemi dia jadi lebih sering bermain PS.
Karenanya, dia rela berburu game kesukannya itu di tengah PSBB transisi.
"Soalnya kan sekarang kerja di rumah, jadi kalau lagi bete atau cape ya main PS aja lebih seru dibanding main game online," kata Putra.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/penjualan-ps-meningkat-di-pertokoan-glodok.jpg)