Breaking News:

Tak Ada Kepastian Ganti Rugi, Warga RW 8 Ciracas Sebut Penanganan PT Khong Guan Lambat

Pendataan ganti rugi sudah diserahkan ke pihak PT Khong Guan, warga RW 8 Kelurahan Ciracas, Jakarta Timur sebut prosesnya berjalan lambat.

TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA
Kondisi tembok PT Khong Guan yang ambruk lalu puingnya menutup saluran air warga RW 08 di Ciracas, Jakarta Timur, Minggu (11/10/2020). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nur Indah Farrah Audina

TRIBUNJAKARTA.COM, CIRACAS - Pendataan ganti rugi sudah diserahkan ke pihak PT Khong Guan, warga RW 8 Kelurahan Ciracas, Jakarta Timur sebut prosesnya berjalan lambat.

Usai tembok PT Khong Guan ambruk pada Sabtu (10/10/2020) lalu, permukiman RT 5 dan RT 10 Gang Rukem, Ciracas terendam banjir hingga ketinggian 1,5 meter.

Hal ini lantaran puing tembok menghambat saluran air.

Imbasnya, sejumlah peralatan serta rumah warga mengalami kerusakan dan PT Khong Guan setuju untuk proses ganti rugi.

Sayangnya, sejak pendataan ganti rugi diterima pihak PT Khong Guan, Ketua RW 8 Suherman menyebut belum ada kejelasan hingga saat ini.

Baca juga: Ribuan Warga Geruduk Gedung Cisadane, Begini Penjelasan Pemkot Tangerang

"Pada hari Jumat (16/10/2020) terjadilah pertemuan antar warga dan pihak PT Khong Guan. Kerugian itu sebesar Rp 350 juta. Tapi mereka bilang bertahap, ya bertahap seperti apa. Kan kita ingin tahu," katanya kepada awak media, Senin (19/10/2020).

Suherman melanjutkan, pihak PT Khong Guan lamban dalam menanggapi hal tersebut dan sudah terlihat dari awal kejadian.

Saat kejadian tak ada satu pun karyawan yang turun membantu.

"Waktu kejadian karyawan enggak ada yang turun bantu. Dari pihak perusahaan itu lambat kalau menanggapi. Kami berharap pihak PT Khong Guan mau menunjukan etikad baik dengan memberikan kepastian ganti rugi," tandasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved