Breaking News:

Antisipasi Virus Corona di Bekasi

Wali Kota Bekasi Pastikan Tidak Ada Klaster Penularan dari Demo UU Cipta Kerja

Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi memastikan, sejauh ini belum ada temuan kasus melalui klaster demo menolak UU Cipta Kerja

Tribun Jakarta/Yusuf Bachtiar
Aksi unjuk rasa di sekitar kawasan lampu merah atau simpang Unisma Bekasi, Jawa Barat dibubarkan paksa aparat kepolisian, Kamis, (8/10/2020). 

Laporan wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI SELATAN - Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi memastikan, sejauh ini belum ada temuan kasus melalui klaster demo menolak UU Cipta Kerja yang terjadi di wilayahnya.

"Kalau satu per satu mungkin ada (kasus Covid-19), tapi kalau jadi branded nggak ada istilahnya ini klaster demo enggak ada," kata Rahmat di Stadion Patriot Bekasi, Senin, (19/10/2020).

Pria yang akrab disapa Pepen ini menjelaskan, peningkatan kasus pasca-demo memang tetap ada dan terus terjadi.

Namun, peningkatan kasus selama ini cenderung terjadi akibat transmisi warga yang beraktivitas secara intens baik di dalam kota maupun ke luar Kota Bekasi.

"Kalau banyak nggak ada (lonjakan kasus), tapi kalau satuan ada mungkin klaster demo nggak ada, kalau sekarang lagi marak klaster transmisi," terang dia.

Menurut dia, tingkat kesembuhan di Kota Bekasi saat ini cukup tinggi di angka 84 persen dari jumlah kasus terkonfirmasi per pekannya.

"Angka kesembuhan kita 84 persenan, kalau umpama, ko tinggi terus (angka Covid-19), orang kita ngelacak terus enggak didiamin," terangnya.

"Kita nyari terus tracking disamping alat kita kan udah di mana-mana, sekarang kalau puskesmas buat swabnya kalau buat laboratorium tesnya itukan kita sekarang udah punya semua," paparnya.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bekasi, Dezy Syukrawati mengatakan, dari kasus kumulatif, sebanyak 4913 telah dinyatakan sembuh.

"Data terakhir per 18 Oktober 2020 jumlah kasus kumulatif 5515 orang, itu dihitung dari awal penanganan ya dari Maret 2020 sampai sekarang, dan sudah ada yang sembuh 4913 orang," kata Dezy, Senin, (19/10/2020).

Sedangkan untuk kasus aktif atau yang masih menjalani perawatan, Dezy menyenutkan, jumlahnya hingga saat ini sebanyak 468 orang.

"Rinciannya pasien dirawat 161 orang dan yang menjalani isolasi mandiri 307 orang," paparnya.

Sementara untuk kasus meninggal dunia, hingga data terakhir yang terkonfirmasi positif Covid-19 sebanyak 134 orang.

"Rasio kesembuhan saat ini diangka 89 persen, untuk rasio kematian 2,43 persen, dihitung berdasarkan jumlah kasus positif dibagi angka kesembuhan dikali 100 persen," ujarnya.

Penulis: Yusuf Bachtiar
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved