Breaking News:

Cerita Pilu Tenaga Kesehatan Lawan Covid-19: Tunggu Giliran Terpapar Hingga Sering Saksikan Kematian

dr. Gia Pratama, salah seorang personel tenaga kesehatan, yang melakukan penanganan Covid-19 mengaku telah mati rasa.

(Shutterstock/Eldar Nurkovic)
Ilustrasi tenaga kesehatan (nakes), tenaga medis, pekerja medis. 

TRIBUNJAKARTA.COM - Penyebaran Covid-19 di Indonesia masih tinggi dan belum dapat dikendalikan.

Saat ini, julah kematian akibat Covid-19 di Indonesia sudah lebih dari 10.000 jiwa.

Salah satu pihak yang harus menyaksikan kematian demi kematian tersebut, ialah para tenaga kesehatan.

Para tenaga kesehatan harus menjadi garda terdepan berhadapan melawan Covid-19.

Bukan hanya menyaksikan kematian, tapi juga harus menyampaikan kabar buruk tersebut ke keluarga pasien.

Karena terlalu seringnya, dr. Gia Pratama, salah seorang personel tenaga kesehatan, yang melakukan penanganan Covid-19 mengaku telah mati rasa.

“Sudah mati rasanya kayaknya aku sedihnya. Karena itu fase yang terus berulang,” jelas Gia.

Baca juga: Positif Covid-19, Pemilik Panti Pijat yang Digerebek Loncat dari Ambulans Saat Dibawa ke Wisma Atlet

Dalam fase penanganan Covid-19, Gia mengungkapkan terdapat tiga fase terkait relasi pasien dan dokter.

“Fase pertama saat harus ngasih tahu dia bahwa dia positif. Sudah kabar kurang gembira kan,” ujarnya.

Pada saat yang sama, tenaga kesehatan juga harus meyakinkan pasien bahwa mereka dapat sembuh dan harus optimis dalam melawan Covid-19.

Halaman
1234
Editor: Wahyu Septiana
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved