Breaking News:

Virus Corona di Indonesia

Kemenkes Dapat Tagihan Klaim Rumah Sakit Covid-19 di Kota Bekasi Sebesar Rp 147 Miliar

sejak awal penanganan Covid-19 sampai awal Oktober 2020, total klaim tagihan rumah sakit di Kota Bekasi ke Kemenkes mencapai Rp 147 miliar

Penulis: Yusuf Bachtiar | Editor: Muhammad Zulfikar
Freepik via Tribunnews.com
Ilustrasi Virus Corona 

Laporan wartawan TribunJakara.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI SELATAN - Hampir seluruh rumah sakit khususnya di Kota Bekasi saat ini menangani perawatan pasien Covid-19, dan biaya penanganan ditanggung Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melalui skema klaim.

Ketua Asosiasi Rumah Sakit Swasta Indonesia (ARSSI) Kota Bekasi Eko Nugroho mengatakan, ada sekitar 46 rumah sakit swasta di Kota Bekasi yang ditunjuk sebagai rumah sakit penanganan Covid-19.

"Jadi semua tagihan RS (penanganan Covid-19) itu kan kita mengajukannya ke Kemenkes, tapi yang memverifikasi, yang menilai kelayakan dokumennya adalah BPJS," kata Eko, Selasa, (20/10/2020).

Dari data sejak awal penanganan Covid-19 sampai awal Oktober 2020, total klaim tagihan rumah sakit di Kota Bekasi ke Kemenkes mencapai Rp 147 miliar.

"Dari Maret sampai Oktober tagihan rawat inap Rp 147 miliar dan tagihan rawat jalannya itu sekitar Rp 149 jutaan," ungkap Eko.

Baca juga: Polres Metro Jakarta Selatan Kerahkan 1.200 Personel Kawal Demo Tolak UU Cipta Kerja Hari Ini

Baca juga: Unjuk Rasa Buruh dan Mahasiswa Tolak UU Cipta Kerja Siang Ini, Sejumlah Arus Lalu Lintas Dialihkan

Dari Agustus 2020 kemarin, proses penagihan klaim mulai dilakukan. Tetapi terdapat 60 persen data pasien yang perlu diverifikasi ulang oleh rumah sakit.

"Hasil verifikasi ada yang dianggap layak dokumen administrasinya, ada yang menjadi dispute, mesti dilengkapi lagi sama rumah sakit," ucapnya.

Namun seiring berjalannya waktu, proses verifikasi berkas administrasi pasien untuk pengajuan kalim akhirnya dapat berjalan.

Eko menjelaskan, dari total Rp 147 miliar klaim tagihan tumah sakit, 60 persen diantaranya saat ini sudah dibayarkan Kemenkes.

"Jadi sekarang yang sudah dibayarkan mencapai 60 persen lebih, dispute dibawah 40 persen, itu kan memang karena tata cara yang cukup ketat," terang dia.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved