Cegah Bioterorisme, Ribuan Komoditas Pertanian Dari Luar Negeri Dibakar di Bandara Soekarno-Hatta

Mentan Syahrul Yasin Limpo memusnahkan ribuan komoditas pertanian di Bandara Soekarno-Hatta, Rabu (21/10/2020).

Tayang:
TRIBUNJAKARTA.COM/EGA ALFREDA
Mentan Syahrul Yasin Limpo memusnahkan ribuan komoditas pertanian di Bandara Soekarno-Hatta diduga membawa hama dan virus dari berbagai negara, Rabu (21/10/2020). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda

TRIBUNJAKARTA.COM, TANGERANG - Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo  memusnahkan ribuan komoditas pertanian di Bandara Soekarno-Hatta, Rabu (21/10/2020).

Ribuan komoditas pertanian itu diduga membawa hama dan virus dari berbagai negara.

Pemusnahan dilakukan dengan cara dibakar menggunakan mesin incinerator di Instalasi Karantina Hewan Bandara Soekarno-Hatta.

Terdata ada 538 kilogram buah Persik dan 480 batang bibit dan berbagai benih dari delapan negara ditegah oleh petugas BBKP Bandara Soekarno-Hatta.

Lantaran, tidak dilengkapi dokumen kesehatan dari negara asal.

Baca juga: Liga 1 2020 Tak Jelas, Arema Tetap Rekrut Bruno Smith

Yasin Limpo mengatakan, hasil penegahan komoditas pertanian asal luar negeri tersebut merupakan bukti bahwa pintu keluar masuknya hasil pertanian dijaga ketat.

"Ini adalah untuk meyakinkan kita bahwa pintu atau border keluar masuknya barang harus tetap terjaga aman dari hama dan virus yang berkaitan dengan tanaman, tumbuhan dan hewan," ujar Yasin.

Menurutnya, saat ini perkarantinaan sangat penting untuk mengantisipasi serangan biologi seperti virus, bakteri melalui media pembawa (Bioterrorism).

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo memusahkan ribuan komoditas pertanian di Bandara Soekarno-Hatta diduga membawa hama dan virus dari berbagai negara, rabu (21/10/2020).
Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo memusahkan ribuan komoditas pertanian di Bandara Soekarno-Hatta diduga membawa hama dan virus dari berbagai negara, rabu (21/10/2020). (TRIBUNJAKARTA.COM/EGA ALFREDA)

Sebab, dapat mengancam kelangsungan hidup tumbuhan dan hewan di Indonesia.

"Tidak hanya itu, Bioterrorism adalah bagian-bagian yang harus terus diwaspadai. Tetapi kesimpulan kita, apapun penjagaan yang kita lakukan tetap harus dilakukan dengan cepat, cermat dan akurat," ungkap Yasin.

Ia juga meminta agar petugas karantina di pintu keluar masuknya komoditas pertanian atau pelabuhan laut dan udara lebih profesional dan ditingkatkan.

"Oleh karena itu tenaga-tenaga terlatih dan profesional yang ada disini harus terus kita tingkatkan minimal kita harus sejajar dengan pintu-pintu yang ada di negara lain," pinta Yasin.

Pada kesempatan yang sama, Yasin juga melakukan pelepasan beragam komoditas yang diekspor.

Baca juga: Jadwal Puasa Sunnah di Rabiul Awal 1442 H dan Bacaan Sholawat Nabi Muhammad SAW

Diantaranya, sarang burung walet 130 kilogram senilai Rp 2,9 milyar tujuan Cina.

Kemudian tanaman aquarium sebanyak 18.838 batang senilai Rp 133,8 juta menuju Amerika Serikat, Kanada, dan Jepang.

Serta berbagai jenis tanaman hias yang juga sedang digemari masyarakat berupa mostrea, aglonema dan philondendron sebanyak 352 batang senilai Rp 17,6 juta ke Hongkong, Inggris, dan Amerika Serikat.

Baca juga: Polisi Bantu Buru Minibus Putih yang Buang Sampah ke Kalimalang Bekasi

Baca juga: Warga yang Rumahnya Terdampak Angin Puting Beliung di Tugu Selatan Mulai Berbenah

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved