Breaking News:

Demo Tolak UU Cipta Kerja

Tak Cuma Keroyok Anggota Polisi, Oknum Massa Perusuh Demo UU Cipta Kerja Rampas Ponsel Korban

Tiga orang massa perusuh, MRR (21), SD (18), dan MF (17), tidak hanya mengeroyok anggota polisi berinisial AJS

TRIBUNJAKARTA.COM/ANNAS FURQON HAKIM
Konferensi pers kasus pengeroyokan dan pencurian dengan kekerasan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Rabu (21/10/2020). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Annas Furqon Hakim

TRIBUNJAKARTA.COM, KEBAYORAN BARU - Tiga orang massa perusuh, MRR (21), SD (18), dan MF (17), tidak hanya mengeroyok anggota polisi berinisial AJS saat demo menolak UU Cipta Kerja berakhir ricuh, Jumat (9/10/2020) dini hari.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan, tiga pemuda tersebut juga merampas ponsel dan kartu anggota AJS.

"Mereka ini melakukan penjarahan barang-barang si korban. Diambil handphone dan beberapa yang lain, termasuk kartu pengenal anggota," kata Yusri di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Rabu (21/10/2020).

Handphone curian itu kemudian dijual oleh tersangka MRR melalui aplikasi jual beli online.

"MRR meminta tersangka Y (29) dan FA (24) untuk menjual handphone korban," jelas Yusri.

Handphone tersebut dijual seharga Rp 2.250.000 dan dibeli oleh tersangka AIA (25).

Pengeroyokan terhadap AJS terjadi di Jalan Gajah Mada, tepatnya di depan Hotel Paragon, Jakarta Barat.

Ketika itu, aparat tengah berupaya membubarkan massa yang melakukan tindakan anarkis.

Massa perusuh membakar pos polisi di Jalan Hayam Wuruk arah Roxy, Jakarta Barat.

"Ada orang umum berusaha mencegah, orang itu menjadi sasaran dan dikeroyok. Kemudian dilerai oleh AJS, malah anggota yang melerai ini dianiaya juga oleh para tersangka," terang Yusri.

AJS pun mengalami luka berat dan harus dilarikan ke Rumah Sakit Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur.

"Pertama adalah matanya kena pukul, punggung, bahu, dada, kepala, karena memang pelaku memukul secara bersama-sama," ucap Yusri.

Tersangka MRR, SD, dan MF dijerat Pasal 365 dan Pasal 170 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal sembilan tahun penjara.

Sementara Y, FA, dan AIA dikenakan Pasal 480 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal empat tahun penjara.  (*)

Penulis: Annas Furqon Hakim
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved