Breaking News:

Legasi KH Abdullah Syukri Zarkasyi, Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor

Bagian paling lama dijelaskan Pak Syukri adalah yang pertama yaitu keikhlasan, sebab tanpa ini Pancajiwa kedua, ketiga, keempat dan kelima bakal rapuh

Editor: Y Gustaman
Gontor TV
KH Abdullah Syukri Zarkasyi salah satu pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor meninggal dunia pada Rabu (21/10/2020). 

Oleh: Hariqo Wibowo Satria*

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Di Pondok Modern Darussalam Gontor ada masa perkenalan untuk santri baru dan lama.

Tahun 1994 saya mengalami masa perkenalan itu, sama sekali tidak diminta bawa batu kali, jangkrik atau yang aneh-aneh.

Masa perkenalan di Pondok Modern Gontor lebih banyak diisi pembekalan kejiwaan dengan ceramah, perlombaan olahraga dan seni, pramuka serta metode lainnya.

Makanya saya herse (heran sekali) waktu pertama kuliah di Serang, Banten, panitia OSPEK menyuruh membawa karung, ember, beras, muka dikasih arang, dll.

Saya protes, enggak mau ikut dan milih tidur. Pindah kuliah ke Yogya juga begitu, saya tinggal tidur lagi.

Saat masa perkenalan di Gontor itu, siangnya santri wajib tidur, sorenya dilarang olahraga, agar malamnya siap diisi. KH Abdullah Syukri Zarkasyi (Pak Syukri) mengatakan "anak-anakku, kalian harus siap diisi dan mengisi".

Pak Syukri kemudian menjelaskan lima pancajiwa: keikhlasan, kesederhanaan, berdikari, ukhuwah islamiyah, berjiwa bebas.

Tahun pertama saya enggak paham yang disampaikannya, pikiran ini selalu ke orangtua, ingin pulang, dll.

Barulah tahun keempat dan seterusnya saya renungi, termasuk soal berjiwa bebas yang menurut saya sangat modern dan asyik.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved