Breaking News:

Menanti Keputusan PM Jepang, Pembangunan MRT Fase II Terancam Mundur

Proyek Moda Raya Terpadu (MRT) Fase II kini menanti keputusan Perdana Menteri (PM) Jepang, Yoshihide Suga.

Penulis: Muhammad Rizki Hidayat | Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Kereta melintas di Stasiun MRT Fatmawati Jakarta saat uji coba publik, Selasa (12/3/2019). Mulai Selasa 12 Maret hingga 24 Maret mendatang, Moda Raya Terpadu (MRT) Jakarta fase I rute Bundaran HI-Lebak Bulus melakukan uji coba gratis untuk warga yang sudah melakukan pendaftaran. Selama uji coba, diperkirakan kereta bakal mengangkut sebanyak 285.600 penumpang. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Muhammad Rizki Hidayat

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Proyek MRT Fase II kini menanti keputusan Perdana Menteri (PM) Jepang, Yoshihide Suga.

Sebanya, proyek Fase II ini terancam mundur lantaran tiada kontraktor Jepang yang berminat.

Kepala Divisi Corporate Secretary PT MRT Jakarta, Muhamad Kamaluddin, menjelaskan PM Jepang tersebut telah berkomunikasi dengan Presiden Joko Widodo, di Istana Bogor, beberapa waktu lalu.

"Saat itu pernyataan PM Jepang dapat memberi kepastian bahwa MRT Fase Kedua ini berjalan lancar," kata Kamal, saat dikonfirmasi, Jumat (23/10/2020).

Namun, lanjutnya, PT MRT Jakarta masih menunggu kebijakan PM Jepang tersebut.

Diketahui, pembangunan MRT Fase II dibiayai Badan Kerja Sama Internasional Jepang (JICA).

Kerja sama tersebut menerapkan skema special terms for economic partnership (tied loan) yang mewajibkan kontraktornya asal Jepang.

Tapi nyatanya, tiada kontraktor asal Negeri Sakura ini yang berminat.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved