Taufik Batal Pulang Kampung Akibat Uang di Celengannya Ludes Terbakar
Taufik (45) hanya bisa pasrah melihat kamar bedeng di gudang kardus tempatnya bekerja ludes dilalap si jago merah.
Penulis: Elga H Putra | Editor: Muhammad Zulfikar
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Elga Hikari Putra
TRIBUNJAKARTA.COM, CENGKARENG - Taufik (45) hanya bisa pasrah melihat kamar bedeng di gudang kardus tempatnya bekerja ludes dilalap si jago merah.
Padahal, di bedeng itu, ada uang tabungannya yang disimpan di celengannya.
Rencananya, uang itu akan digunakannya untuk pulang kampung di saat perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW pekan depan.
Namun, kini uang yang telah dikumpulkannya selama beberapa bulan terakhir telah menjadi abu.
"Itu rencananya mau saya pakai buat pulang kampung sekalian maulidan minggu depan," kata Taufik ditemui di gudang kardus tempatnya bekerja di Jalan Peternakan, Kapuk, Cengkareng, Jakarta Barat, Jumat (23/10/2020)
Tak hanya Taufik, harta benda para karyawan lain di gudang kardus itu juga tak tersisa.
"Teman-teman saya duitnya juga pada ikut kebakar. Orang kamarnya ludes semua ini," katanya.
Selain harta benda para karyawan, kebakaran hebat pada dini hari tadi juga membakar truk, dua kendaraan forklift yang digunakan untuk mengangkut barang dan lima motor karyawan.
Baca juga: Korwil The Jakmania Merasakan Dampak Ketidakpastian Kompetisi Liga 1
Baca juga: PT MRT Optimis Proyek MRT Rute Bundaran HI-Harmoni Rampung pada 2025
Taufik mengatakan, api sudah membesar saat dia terbangun pada dini hari tadi.
Dia pun belum mengetahui penyebab kebakaran ini yang kerugiannya diprediksi mencapai di atas Rp 1 miliar.
Beruntung tak ada korban dalam musibah ini.
Kasie Operasional Damkar Jakarta Barat, Eko Sumarno mengatakan, sebanyak 17 unit armada Damkar dengan 86 personel dikerahkan guna memadamkan api.
Material disana yang merupakan benda mudah terbakar menyulitkan proses pemadaman dan pendinginan untuk memastikan tak ada titik api yang muncul.
Proses pendinginan sendiri baru selesai dilakukan pukul 10.00 WIB.
Siang ini para karyawan gudang sedang membersihkan puing-puing kebakaran yang sekiranya masih bisa dijual kembali.