Total 35 Rumah Rusak Akibat Angin Puting Beliung di Bebelan Bekasi

Angin puting beliung yang menerjang kawasan Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi merusak sedikitnya 35 rumah

Penulis: Yusuf Bachtiar | Editor: Wahyu Aji
TRIBUNJAKARTA.COM/YUSUF BACHTIAR
Sejumlah rumah rusak usai diterjang angin puting beliung di Kawasan Kelurahan Bahagia, Kecamatan Babelan, Bekasi, Jumat, (23/10/2020). 

Laporan wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, BABELAN - Angin puting beliung yang menerjang kawasan Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi merusak sedikitnya 35 rumah di beberapa RW Kelurahan Bahagia, Kabupaten Bekasi, Jumat, (23/10/2020).

Lurah Bahagia Khoirul Anwar mengatakan, pihaknya sejauh ini sudah meninjau langsung lokasi rumah yang mengalami rusak akibat puting beliung.

"Kita identifikasi ada 35 rumah tinggal yang rusak setelah kita berkunjung ke titik yang terjadi bencana," kata Khoirul.

Dari puluhan rumah tinggal yang rusak itu, Khoirul memastikan tidak ada kerusakan yang sifatnya permanen atau besar.

Sejumlah rumah rusak usai diterjang angin puting beliung di Kawasan Kelurahan Bahagia, Kecamatan Babelan, Bekasi, Jumat, (23/10/2020).
Sejumlah rumah rusak usai diterjang angin puting beliung di Kawasan Kelurahan Bahagia, Kecamatan Babelan, Bekasi, Jumat, (23/10/2020). (TRIBUNJAKARTA.COM/YUSUF BACHTIAR)

"Kordinasi dengan RW setempat bahwa kerusakannya ini dikategorikan ringan, artinya tidak terjadi kerusakan permanen hanya sebatas genteng asbes dan pohon tumbang," ungkapnya.

Selain itu, dia juga memastikan tidak ada korban jiwa baik luka atau meninggal dunia dari bencana angin puting beliung di wilayahnya.

"Alahamdulillah sampai saat ini belum ada laporan atau ditemukan korban luka apalagi korban jiwa," tegasnya.

Pihaknya juga sudah berkordinasi dengan kecamatan dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi untuk penanganan lanjutan.

Untuk kerusakan yang diderita warga, dia berharap ada upaya lanjutan dapat dilakukan baik secara gotong royong maupun bantuan dari pemerintah.

"Tadi kita berunding sama pak RW kita kolaborasi artinya nanti kita idenrifikasikan kalau memang ini tanggung jawab kita bersama," ungkap Khoirul.

"Kedepankan adalah gotong royong apakah nanti akan ada bantuan dari pemerintah maupun swadaya," ucapnya.

Selain rumah tinggal, angin puting beliung juga menerjang beberapa kios atau lapak pedagang di kawasan Marakas.

Video detik-detik angin kencang menerjang kawasan Marakas viral di media sosial, sejumlah lapak pedagang tampak roboh hingga porak poranda.

Sri Haryanti (45) pedagang jus buah di sekitar lokasi mengatakan, angin puting beliung terjadi sekira pukul 13.30 WIB.

"Pertama dari sana (arah selatan) lalu ke sana (menunjuk arah utara) jam setengah dua itu udah kena tukang kebab baru ke tempat saya kena juga," kata Sri.

Peristiwa angin puting beliung terjadi cukup singkat, Sri menyaksikan secara langsung dari awal angin terlihat berhembus sampai memporak porandakan lapak dagangannya.

"Kejadian sekitar 10 menitan, saya lagi di tempat saya dagang, saya sempet lari ke dalam karena takut sama anak buah saya," tuturnya.

Sri mengaku ada tiga lapak dagangan miliknya yang rusak diterjang angin, atap gerobak, kaca hingga buah-buahan terbang ketika puting beliung mengamuk.

"Saya jualan jus, buah sama ayam bakar, tiga-tiganya kena, gerobak jus saya atapnya rusak, ayam bakar juga kacanya pecah sampai ancur terbang, gerobak buah tadi sempet terbalik," paparnya.

Selain gerobak dagangan miliknya, terdapat pedagang lain yang mengalami nasib serupa seperti pedagang gorengan, kebab dan pedagang lain yang ada di pinggir jalan.

"Banyak tadi pedagang, mereka juga sama gerobaknya pada terbalik, beberapa sudah pulang karena dagangannya hancur," ujarnya.

Video detik-detik angin puting beliung menerjang

Angin puting beliung porak porandakan lapak pedagang di kawasan Marakas, Pondok Ungu Permai, Kelurahan Bahagia, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, Jumat, (23/10/2020).

Video detik-detik angin kencang menerjang kawasan Marakas viral di media sosial, sejumlah lapak pedagang tampak roboh hingga porak poranda.

Dalam video tersebut, sejumlah warga yang berada di lokasi juga telihat panik, mereka berusaha menyelamatkan gerobak dagangan yang tak kuasa diterjang puting beliung.

Beberapa sepeda motor yang terpakir di kawasan ruko dekat lokasi juga tampak roboh, puing-puing berserakan bersama angin yang berhembus kencang.

Pantauan TribunJakarta.com, pasca-puting beliung menerjang, kondisi kawasan Marakas tampak luluhlantah terutama lapak pedagang dan kios di pinggir jalan.

Sisa sampah juga masih terlihat berserakan di jalan akibat terbawa angin kencang yang berhembus siang tadi.

Sri Haryanti (45) pedagang jus buah di sekitar lokasi mengatakan, angin puting beliung terjadi sekira pukul 13.30 WIB.

"Pertama dari sana (arah selatan) lalu ke sana (menunjuk arah utara) jam setengah dua itu udah kena tukang kebab baru ke tempat saya kena juga," kata Sri.

Kejadian angin puting beliung terjadi cukup singkat, Sri menyaksikan secara langsung dari awal angin terlihat berhembus sampai memporak porandakan lapak dagangannya.

Suasana lapak pedagang rusak diterjang angin puting beliung di Kawasan Marakas, Bekasi, Jumat, (23/10/2020).
Suasana lapak pedagang rusak diterjang angin puting beliung di Kawasan Marakas, Bekasi, Jumat, (23/10/2020). (TRIBUNJAKARTA.COM/YUSUF BACHTIAR)

"Kejadian sekitar 10 menitan, saya lagi di tempat saya dagang, saya sempet lari ke dalam karena takut sama anak buah saya," tuturnya.

Sri mengaku ada tiga lapak dagangan miliknya yang rusak diterjang angin, atap gerobak, kaca hingga buah-buahan terbang ketika puting beliung mengamuk.

"Saya jualan jus, buah sama ayam bakar, tiga-tiganya kena, gerobak jus saya atapnya rusak, ayam bakar juga kacanya pecah sampai ancur terbang, gerobak buah tadi sempet terbalik," paparnya.

Selain gerobak dagangan miliknya, terdapat pedagang lain yang mengalami nasib serupa seperti pedagang gorengan, kebab dan pedagang lain yang ada di pinggir jalan.

"Banyak tadi pedagang, mereka juga sama gerobaknya pada terbalik, beberapa sudah pulang karena dagangannya hancur," tuturnya.

Sumber: Tribun Jakarta
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved