Breaking News:

Jakarta Terapkan PSBB Transisi

Ahli Epidemiologi UI Sebut PSBB Ketat Tak Perlu Diterapkan Lagi, Ini Alasannya

Ahli epidemiologi Universitas Indonesia (UI), Pandu Riono, mengatakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tak perlu lagi menerapkan PSBB ketat

Penulis: Muhammad Rizki Hidayat | Editor: Muhammad Zulfikar
KOMPAS.com/Akbar Bhayu Tamtomo
Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Muhammad Rizki Hidayat

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Ahli Epidemiologi Universitas Indonesia (UI), Pandu Riono, mengatakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tak perlu lagi menerapkan PSBB ketat pada 26 Oktober mendatang.

"Sebenarnya, PSBB sekarang tidak perlu diketatkan lagi. Sekarang sudah mulai bisa dilonggarkan," kata Pandu, sapaannya, Sabtu (24/10/2020).

"Tapi pelonggaran harus pelan-pelan," lanjutnya.

Pandu menilai, penerapan PSBB di Jakarta kini tidak tepat lagi.

Menurut dia, Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tepatnya diterapkan saat awal pandemi Covid-19.

"Karena diperlukan untuk menekan angka penularan saat pemerintah masih belajar mencari formula pengendalian wabah (Covid-19)," tuturnya.

Teruntuk Presiden Joko Widodo dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, lanjutnya, pun disarankan mencabut status kedaruratan kesehatan.

"Pemerintah dapat mencabut kedaruratan kesehatan masyarakat. Dengan begitu, perencanaan atau pembangunan kita sesuai dengan rencana awal, membuat rencana baru," tutur Pandu.

Baca juga: 200 Jiwa Mengungsi Akibat Kebakaran di Kelapa Gading

Baca juga: Pengelola TMII Berharap Ada Lonjakan Pengunjung Pada Libur Panjang Pekan Depan

Baca juga: Anggota DPRD DKI Minta Anies Baswedan Cabut Tiang-tiang Monorail di Kawasan Senayan dan Rasuna Said

Pandemi Covid-19 telah berjalan sejak Maret hingga sekarang.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved