Breaking News:

Kejaksaan Agung Kebakaran

Kebakaran Gedung Utama Kejagung, Polri Temukan 3 Puntung Rokok Dibuang Tukang Bangunan

Dari hasil penyelidikan dan penyidikan selama 63 hari, Polri menyatakan kebakaran disebabkan karena adanya kelalaian.

Penulis: Annas Furqon Hakim | Editor: Erik Sinaga
TRIBUNJAKARTA.COM/ANNAS FURQON HAKIM
Konferensi pers penetapan tersangka kasus kebakaran Kejaksaan Agung di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (23/10/2020). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Annas Furqon Hakim

TRIBUNJAKARTA.COM, KEBAYORAN BARU - Bareskrim Polri menyimpulkan tidak ada unsur kesengajaan dalam kasus kebakaran Gedung Utama Kejaksaan Agung.

Dari hasil penyelidikan dan penyidikan selama 63 hari, Polri menyatakan kebakaran disebabkan karena adanya kelalaian.

Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Pol Ferdy Sambo mengatakan, kebakaran dipicu bara api dari puntung rokok.

Ia menambahkan, puntung rokok tersebut bersumber dari tukang bangunan yang merokok di aula Biro Kepegawaian di lantai enam.

"Ada tiga puntung rokok yang dibuang ke polybag (plastik sampah)," kata Ferdy kepada wartawan, Sabtu (24/10/2020).

Di dalam polybag tersebut, jelas Ferdy, terdapat benda-benda yang mudah terbakar seperti kertas, thinner, dan potongan kayu.

"Ada lem aibon juga sehingga api cepat tersulut," ujar dia.

Polri kini telah menetapkan delapan orang tersangka dalam kasus kebakaran Gedung Utama Kejaksaan Agung.

Lima tersangka di antaranya adalah tukang bangunan berinisial T, H, S, K, dan IS.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved