Persija Jakarta

Kemenangan Dramatis yang Pernah Dilalui Persija, hingga Deretan Pemain Asing yang Loyal

Namun, kuatnya mental bertanding para penggawa Macan Kemayoran kerap menjadi penentu hasil pertarungan

Penulis: MuhammadZulfikar | Editor: Muhammad Zulfikar
Tangkapan Layar IG Persija Jakarta
Persija Jakarta 

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Pertandingan sulit terkadang ditemui Persija dalam beberapa musim terakhir.

Namun, kuatnya mental bertanding para penggawa Macan Kemayoran kerap menjadi penentu hasil pertarungan.

Salah satu kemenangan dramatis Persija terjadi di AFC Cup 2018, kala menjamu Song Lam Nghe An (14/3/2018).

Tampil di depan puluhan ribu The Jakmania yang memadati Stadion Utama Gelora Bung Karno, Persija tampil mendominasi sepanjang pertandingan.

Namun hingga menit 90 gol tidak kunjung datang. Semua berubah saat waktu memasuki menit 93.

Umpan lampung Rezaldi Hehanussa tak mampu disambut Bambang Pamungkas, tetapi bola justru mengarah ke Addison Alves.

Tanpa ampun, pemain kelahiran Brasil tersebut menceploskan bola ke gawang lawan yang membuat GBK seketika bergetar.

Di tahun yang sama, kemenangan dramatis dibuat Persija kala menjamu Sriwijaya di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang (24/11/2018).

Saat laga hampir dipastikan berakhir imbang 2-2, terciptalah situasi sepakan penjuru untuk Macan Kemayoran.

Hampir seluruh pemain Persija berada di kotak penalti lawan. Bek senior, Maman Abdurahman pun tampil sebagai pahlawan dengan sundulan mautnya usai menerima umpan Rezaldi Hehanussa.

Persija menang 3-2 sekaligus menjadi salah satu pertandingan penting dalam meraih juara liga 2018.

Kemenangan dramatis juga tercipta di musim lalu, tepatnya kala semifinal leg 1 pertandingan Piala Indonesia saat Persija vs Borneo FC (29/6/2019).

Persija berada dalam kondisi sulit ketika skor imbang 1-1 karena hampir gagal memanfaatkan dukungan publik tuan rumah.

Namun gol yang dinanti lahir dari kepala Bambang Pamungkas.

Menerima umpan Riko Simanjuntak, Bepe yang turun sebagai pemain pengganti membuat The Jakmania bersorak.

Gol tersebut dicetak di menit 95, atau satu menit sebelum berakhirnya tambahan waktu.

Gol tersebut berperan meloloskan Persija ke partai final, karena di leg kedua, Persija ditahan imbang Borneo FC 1-1 dan cukup membuat Macan Kemayoran melenggang ke laga puncak.

Baca juga: Nostalgia dengan Dua Gol Bambang Pamungkas saat Persija Kalahkan Semen Padang

Baca juga: Daftar Tiga Alumni SAD Uruguay yang Membela Persija Jakarta Musim Ini

Baca juga: Marco Motta Merindukan Atmosfer SUGBK yang Dipenuhi oleh The Jakmania

Pemain asing yang loyal terhadap Persija

Semenjak aturan kompetisi yang mengharuskan memasukkan pemain asing asal Asia membuat sejumlah klub lebih peduli dalam mencari pesepak bola dari regional Asia.

Tak jarang, tim-tim Liga 1 bisa mengontrak pemain asing Asia yang bermain untuk negaranya.

Kehadiran mereka harus sebanding dengan pemain asing non-Asia dengan harapan untuk bisa menambah kualitas tim itu sendiri.

Persija sejatinya menjadi klub yang jarang mengganti pemain asing asal Asia.

Mengingat pemain asing Asia yang dimiliki kualitasnya sangat baik. Hanya 11 pemain asing asal Asia yang membela Persija.

Tentunya yang paling lama adalah Rohit Chand. Rohit sendiri masih pemegang rekor pemain asing paling lama yang membela Macan Kemayoran.

Pemain asal Nepal itu sudah memperkuat tim dalam dua periode yakni 2013-2015, dan 2017 hingga saat ini.

Puncak penampilannya terjadi di musim 2008, ia sukses meraih juara Piala Presiden dan Liga 1. Tak hanya itu ia didaulat sebagai pemain terbaik.

Sementara negara penyumbang terbanyak asal Asia adalah Singapura. Total ada empat pemain asal Singapura yang membela Macan Kemayoran.

Empat pemain itu adalah Baihakki Khaizan (2009-2010), Mustafic Fachruddin (2009-2010), Precious Emuejeraye (2010-2012), dan Agu Casmir (2010-2011).

Penyumbang terbanyak kedua dari Korea Selatan. Secara keseluruhan ada tiga pemain. Pertama ada Jeong Kwan Sik yang datang di musim 2011/2012.

Selama perkuat Macan Kemayoran tercatat dua gol disumbangkannya dari 17 pertandingan. Lalu ada Park Kyeong Min yang memperkuat Persija pada musim 2013.

Park Kyeong Min sendiri berhasil melesakkan 2 gol dari 12 pertandingan yang ia lalui bersama Persija pada musim tersebut.

Selanjutnya ada Hong Soon-hak merupakan gelandang enerjik asal Korea Selatan yang pernah berseragam Persija Jakarta.

Selama berseragam Persija Jakarta, Hong Soon-hak berhasil tampil sebanyak 30 kali dengan mencatat waktu bermain selama 2392 menit. Selain itu, Hong Soon-hak berhasil menyumbangkan tiga gol saat bersama Persija Jakarta.

Selain Korea Selatan, ada pemain asia dari Hong Kong. Sosok dimaksud adalah Lam Hok Hei.

Dari lima laga yang dilakoninya, ia tidak dapat memberikan satu gol pun. Saat itu, sulit untuk beradaptasi disinyalir menjadi penyebabnya.

Nama lainnya yang pernah dikontrak Persija adalah Jakhongir Abdumuminov.

Pemain asal Uzbekistan yang didatangkan untuk menggantikan Rohit Chand ini hanya bermain satu pertandingan bersama Persija Jakarta.

Pertandingan itu sendiri adalah ketika Persija ditahan imbang oleh PS Tira 2-2 pada 17 Februari 2019.

Lalu nama berikutnya adalah Reinaldo Elias da Costa. Pemain asal Brasil berpaspor Australia itu diboyong dari PSM Makassar pada Agustus 2017.

Pemain berusia 33 tahun itu mencetak tiga gol dalam empat pertandingan bersama tim berjuluk Macan Kemayoran sebelum cedera patah tulang pada bagian pergelangan kaki menimpanya. (Persija.id)

Sumber: Tribun Jakarta
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved