Breaking News:

Harus Berikan ASI ke Buah Hati, Vanessa Angel Mohon Tak Dipenjara

Salah satu pertimbangan Vanessa karena dia masih harus memberikan ASI eksklusif kepada anak pertamanya yang masih berusia tiga bulan

Penulis: Elga H Putra | Editor: Muhammad Zulfikar
TribunJakarta/Elga Hikari Putra
Vanessa Angel saat membacakan pledoi di PN Jakarta Barat, Senin (26/10/2020). 

Vanessa mengaku dirinya mengonsumsi obat xanax  yang diperolehnya dari apotek di Surabaya, Jawa Timur karena mengalami gangguan psikologis sehingga terpaksa mengonsumsinya.

"Karena gangguan kecemasan yang saya alami, membuat saya tidak bisa tidur, asam lambung, rambut rontok, tangan selalu basah dan gangguan emosi yang berubah-berubah," kata Vanessa di PN Jakarta Barat, Senin (26/10/2020).

Vanessa tak menampik dirinya menyalahi prosedur dalam memperolah obat itu karena tak menggunakan resep dokter asli.

"Karena resep asli saya tidak diminta oleh pihak apotek dan masih berada di tangan saya," ujarnya.

Baca juga: Pemprov DKI Lebih Intensif Pantau Tempat-tempat Umum di Jakarta

Baca juga: H-2 Libur Panjang Akhir Pekan, Kakorlantas Tinjau Terminal Terpadu Pulogebang

Dituntut Enam Bulan

Dalam sidang sebelumnya pada Kamis (15/10/2020), Vanessa Angel dituntut enam bulan penjara dan denda Rp 10 juta.

Kemudian, Jaksa meminta barang bukti berupa psikotropika jenis Xanax Aprazolam dan satu buah handphone iPhone dirampas untuk negara dan dimusnahkan.

Vanessa Angel dan suaminya, Bibi Ardiansyah serta asistennya berinisial CL, diamankan Satresnarkoba Polres Metro Jakarta Barat di kediamannya di kawasan Kembangan, Jakarta Barat, Senin (16/3/2020) malam.

Dari penangkapan itu, polisi mengamankan barang bukti diduga psikotropika jenis Xanax sebanyak 20 butir dari kediaman Vanessa Angel dan suaminya.

Usai jalani pemeriksaan, polisi memulangkan Vanessa Anggel dan CL karena tidak bersalah dan hasil urinnya negatif psikotropika.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved