Breaking News:

Jelang Libur Panjang Cuti Bersama, Terminal Kampung Rambutan Masih Sepi Penumpang

Kepala Terminal Kampung Rambutan Made Jhoni mengatakan hingga Senin (26/10/2020) siang jumlah keberangkatan penumpang belum mengalami lonjakan.

TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA
Kondisi di Terminal Kampung Rambutan, Ciracas, Jakarta Timur pada Senin (26/10/2020).  

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, CIRACAS - Terminal Kampung Rambutan, Jakarta Timur belum mengalami lonjakan penumpang menjelang libur panjang pada 28-30 Oktober 2020 mendatang.

Kepala Terminal Kampung Rambutan Made Jhoni mengatakan hingga Senin (26/10/2020) siang jumlah keberangkatan penumpang belum mengalami lonjakan.

"Kondisi masih sepi, belum kegiatan atau lonjakan penumpang. Kemarin hari Minggu (25/10) datanya cuma 800 orang yang berangkat," kata Made saat dikonfirmasi di Jakarta Timur, Senin (26/10/2020).

Kondisi di Terminal Kampung Rambutan, Ciracas, Jakarta Timur pada Senin (26/10/2020). 
Kondisi di Terminal Kampung Rambutan, Ciracas, Jakarta Timur pada Senin (26/10/2020).  (TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA)

Meski pada libur panjang sebelumnya, yakni Idul Adha 1441 Hijriah lalu terjadi lonjakan, bila dibanding sebelum pandemi jumlahnya tetap anjlok.

Pasalnya sebelum pandemi melanda jumlah keberangkatan penumpang saat libur panjang di Terminal Kampung Rambutan berkisar 5.000 per hari.

"Dibanding hari normal (hari kerja) saja kita masih di bawah kalau dibanding setelah pandemi Covid-19. Sebelum pandemi penumpang itu rata-rata keberangkatan penumpang 2.000-2.500," ujarnya.

Made menuturkan sejauh ini tujuan keberangkatan penumpang di Terminal Kampung Rambutan didominasi rute jarak dekat yakni tujuan Jawa Barat.

Rute yang mendominasi keberangkatan di antaranya Kota Tasik, Kota Cianjur, dan Kabupaten Garut yang perjalanannya tidak lebih dari satu hari.

"Pantauan hari ini sampai jam 10 masih sepi. Belum ada peningkatan yang terlalu signifikan. Tapi kita tetap antisipasi (lonjakan penumpang), kita perkuat lagi pengawasan protokol kesehatan," tuturnya.

Pemprov DKI Jakarta selaku pengelola Terminal di Jakarta menetapkan syarat keberangkatan penumpang yakni mengisi Corona Likelihood Metric (CLM).

Lalu selama berada di Terminal para penumpang harus mematuhi protokol kesehatan atau 3M, yakni memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan.

Sementara kapasitas maksimal penumpang dalam satu bus 50 persen dari total kursi yang ada, tujuannya mencegah penularan Covid-19 meluas.

Penulis: Bima Putra
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved