Breaking News:

Banjir di Tangerang

Diguyur Hujan Deras Kemarin, Kawasan Curug Kabupaten Tangerang Tergenang Banjir Setinggi 1,5 Meter

Hujan lebat yang mengguyur Tangerang dan sekitarnya kemarin menyebabkan beberapa wilayah terendam banjir hingga pagi ini, Selasa (27/10/2020).

Penulis: Ega Alfreda | Editor: Wahyu Aji
TRIBUNJAKARTA.COM/EGA ALFREDA
Puluhan rumah di Kampung Bitung, Desa Kadu Jaya, Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang masih terendam banjir setinggi 70 sentimeter hingga 1,5 meter, Selasa (27/10/2020). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda

TRIBUNJAKARTA.COM, CURUG - Hujan lebat yang mengguyur Tangerang dan sekitarnya kemarin menyebabkan beberapa wilayah terendam banjir hingga pagi ini, Selasa (27/10/2020).

Seperti yang terpantau di bilangan Curug, Kabupaten Tangerang air setinggi 70 sentimeter sampai 1,5 meter menggenangi wilayah tersebut.

Puluhan rumah di Kampung Bitung, Desa Kadu Jaya, Kecamatan Curug pun terendam sejak kemarin malam.

"Ini banjir dari semalam sampai pagi juga belum surut plus ada arus lumayan. Ini kayaknya air kiriman dari Bogor," ungkap Ikbal seorang warga setempat.

Puluhan rumah di Kampung Bitung, Desa Kadu Jaya, Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang masih terendam banjir setinggi 70 sentimeter hingga 1,5 meter, Selasa (27/10/2020).
Puluhan rumah di Kampung Bitung, Desa Kadu Jaya, Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang masih terendam banjir setinggi 70 sentimeter hingga 1,5 meter, Selasa (27/10/2020). (TRIBUNJAKARTA.COM/EGA ALFREDA)

Air kiriman itu, kata dia, membuat debit air di Sungai Cirarab yang berasa dekat pemukiman warga meluap dari semalam.

Pasalnya, ada sekira 50 rumah di RT 1 dan RT 2/4 yang sampai detik ini terendam banjir.

Beberapa warga pun sudah mengungsi dari semalam di posko pengungsian yang disediakan oleh aparat setempat.

"Yang kena itu ada dua RT, ada 50-an rumah yang banjir. Kalau di perumahan Kadu Jaya itu ada 30 rumah jadi total itu ada 80 rumah-an lah," kata Ikbal

Untuk lokasi pengungsian, warga diarahkan ke Pondok Pesantren Istiqomah.

Di lokasi pengungsian itu warga pun turut menerapkan protokol kesehatan, mengingat saat ini tengah pandemi Covid-19.

Anak-anak pun diimbau untuk tidak main air terlalu jauh, lantaran banyak yang bermain air bak wahana gratis memanfaatkan arus banjir.

"Yang ngungsi dari semalam kami arahkan untuk lebih dulu membersihkan diri, tetap pakai masker dan juga kita usahakan agar warga yang ada ditempat pengungsian tidak menumpuk," kata Ikbal.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved