Anggota Marinir Dibegal

Marak Pesepeda Jadi Korban Begal di Ibu Kota, Komunitas Onthel Berikan Tips Agar Terhindar

Slamet memberikan sejumlah saran kepada para komunitas sepeda ketika bersepeda secara rombongan.

Penulis: Satrio Sarwo Trengginas | Editor: Wahyu Aji
ISTIMEWA
Rombongan Komunitas PaGoli melakukan kegiatan bersepeda ke sejumlah tempat wisata. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Satrio Sarwo Trengginas

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Aksi begal yang dilakukan terhadap pesepeda marak terjadi di sejumlah wilayah ibu kota.

Aksi tersebut membuat Slamet ikut gelisah.

Ketua Paguyuban Onthelis Independent (PaGoli) tersebut rutin melakukan kegiatan bersepeda dengan teman-temannya keliling ke sejumlah tempat wisata di Jakarta dan sekitarnya.

Ia berharap agar pihak kepolisian mengadakan patroli khusus untuk para pesepeda.

"Selama kita gowes sih belum ada (pengamanan), kami sih memohon kepada kepolisian agar kami bersepeda bisa merasa aman dan nyaman," ujarnya pada Rabu (28/10/2020).

Rombongan Komunitas PaGoli melakukan kegiatan bersepeda ke sejumlah tempat wisata.
Rombongan Komunitas PaGoli melakukan kegiatan bersepeda ke sejumlah tempat wisata. (ISTIMEWA)

Slamet memberikan sejumlah saran kepada para komunitas sepeda ketika bersepeda secara rombongan.

Ia menyarankan bagi para pesepeda untuk gowes dengan kecepatan yang sama sehingga tidak ada yang terpisah.

Setiap rombongan pesepeda harus memiliki satu kapten dan satu penjaga.

"Kapten tugasnya memimpin rombongan sementara penjaga tugasnya mengontrol anggota yang ikut gowes. Biasanya yang ditunjuk orang yang paling kuat gowesnya karena dia akan mengatur ritme dari kecepatan dan mengecek anggota dari depan ke belakang," jelasnya.

Bila satu anggota ingin mengecek ponsel, ia menyarankan agar rombongan berhenti.

"Lebih baik berhenti dulu jangan maksain sambil jalan. Selain berbahaya, juga rawan penjambretan. Satu orang berhenti, rombongan pun harus berhenti," lanjutnya.

Selain itu, ia juga menyarankan agar jangan terlalu banyak bawa barang berharga. (*)

"Kalau bisa bawa tas kecil dan simple saja yang bisa disembunyikan di balik kaos," ujarnya.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved