Breaking News:

Pembebasan Rumah Warga Terdampak Normalisasi Kali Sunter Ditarget Rampung Tahun Ini  

Lurah Cipinang Melayu Agus Sulaeman mengatakan Pemprov DKI Jakarta kini dalam tahap pembebasan lahan

Dokumentasi Kelurahan Cipinang Melayu
Jajaran Kelurahan Cipinang Melayu saat melakukan pembongkaran pemancingan liar yang menggunakan aliran Kali Sunter di Makasar, Jakarta Timur, Rabu (21/10/2020) 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, MAKASAR - Proyek normalisasi Kali Sunter di permukiman warga RW 03 dan RW 04 Kelurahan Cipinang Melayu, Kecamatan Makasar, Jakarta Timur terus berlanjut.

Lurah Cipinang Melayu Agus Sulaeman mengatakan Pemprov DKI Jakarta kini dalam tahap pembebasan lahan bidang tanah warga di aliran Kali Sunter.

"Pencarian (ganti rugi) diusahakan tahun ini, lalu eksekusi pemerintah pusat. Kalau eksekusi kita (Pemprov DKI) paling bongkar (rumah warga), lalu (kali) dikeduk, lalu menggunakan beronjong," kata Agus saat dikonfirmasi di Jakarta Timur, Rabu (28/10/2020).

Sejauh ini Badan Pertahanan Nasional (BPN) Jakarta Timur mencatat sekitar 23 bidang tanah di RW 04 yang terdampak normalisasi Kali Sunter.

Dari jumlah tersebut, hingga Senin (26/10/2020) 14 warga RW 04 di antaranya sudah menyerahkan berkas administrasi ke BPN Jakarta Timur.

"Lalu yang sudah dibayar 10. Kan musyawarah 23, verifikasi berkas 14, lalu SPH sudah 10. Tapi ada lagi tambahan yang masih diarsir, tinggal penetapan BPN saja," ujarnya.

Sementara untuk di RW 03, Agus menuturkan warga masih menunggu penetapan peta bidang yang terdampak normalisasi dari BPN Jakarta Timur.

Meski dalam tahap proses pembebasan, dia memastikan tidak ada warga menolak proyek normalisasi yang sempat terhenti tahun 2014.

"Kalau BPN sudah netapin (peta bidang) baru (warga) dipanggil untuk musyawarah harga. Tinggal menunggu undangan dari BPN untuk dilakukan verifikasi berkas lalu SPH (surat pelepasan hak), baru bisa cair," tuturnya.

Pemprov DKI Jakarta menganggarkan sekitar Rp 128 miliar untuk ganti rugi rumah warga RW 03 dan RW 04 yang terdampak normalisasi Kali Sunter.

Baca juga: Pemkot Jakarta Timur Mulai Kerjakan Proyek Normalisasi Kali Rawa Rengas

Baca juga: Bosan jadi Korban Banjir, Warga Kampung Arus Pertanyakan Kelanjutan Proyek Normalisasi Kali Ciliwung

Baca juga: Sempat Minta Ganti Rugi, Warga Cakung Setuju Direlokasi untuk Normalisasi Kali Rawa Rengas

Pada pertemuan antara warga RW 04 dan BPN Jakarta Timur bulan Agustus 2020 lalu, bidang tanah warga yang terdampak dihargai sekitar Rp 5-6 juta per meter.

Setelah pembebasan tanah rampung, pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) bertugas melakukan normalisasi.

Penulis: Bima Putra
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved