Breaking News:

Penjelasan Direktur Utama Soal Nasib 700 Karyawan Garuda Indonesia yang Diberhentikan

Garuda Indonesia memastikan bakal memenuhi seluruh hak karyawan yang terkena penyelesaian tersebut.

Penulis: Ega Alfreda
Editor: Wahyu Aji
TRIBUNJAKARTA.COM/EGA ALFREDA
Direktur Utama Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra saat ditemui awak media di Hangar 2 GMF AeroAsia, Bandara Soekarno-Hatta, Kamis (1/10/2020). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda

TRIBUNJAKARTA.COM, TANGERANG - 700 pekerja kontrak maskapai Garuda Indonesia terdampak pemutusan kerja lebih awal pada masa kontraknya.

Garuda Indonesia memastikan bakal memenuhi seluruh hak karyawan yang terkena penyelesaian tersebut.

"Melalui penyelesaian kontrak lebih awal tersebut, Garuda Indonesia memastikan akan memenuhi seluruh hak karyawan yang terdampak sesuai dengan peraturan yang berlaku, termasuk pembayaran di awal atas kewajiban Perusahaan terhadap sisa masa kontrak karyawan," ujar Direktur Utama Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra, melalui keterangannya, Rabu (28/10/2020).

Menurutnya, kebijakan tersebut mulai berlaku pada 1 November 2020 kepada sekira 700 karyawan berstatus tenaga kerja kontrak yang sejak Mei 2020 telah menjalani kebijakan unpaid leave imbas turunnya demand layanan penerbangan pada masa pandemi.

"Kebijakan tersebut merupakan keputusan sulit yang terpaksa kami ambil setelah melakukan berbagai upaya penyelamatan untuk memastikan keberlangsungan perusahaan di tengah tantangan dampak pandemi Covid-19," ungkap Irfan.

Pasalnya, kepentingan karyawan merupakan prioritas utama yang selalu perusahaan kedepankan.

Ia menambahkan ketika maskapai lain mulai mengimplementasikan kebijakan pengurangan karyawan, perusahaan terus berupaya mengoptimalkan langkah strategis guna memastikan perbaikan kinerja demi kepentingan karyawan dan masa depan bisnis Garuda Indonesia.

"Namun demikian pada titik ini, keputusan berat tersebut terpaksa harus kami tempuh di tengah situasi yang masih penuh dengan ketidakpastian ini," jelasnya.

Irfan mengatakan, pihaknya turut menyampaikan rasa terima kasih kepada karyawan yang terdampak kebijakan itu, atas dedikasi dan kontribusinya yang telah diberikan terhadap perusahaan hingga saat ini.

"Di luar perkiraan kami, kondisi pandemi ini memberikan dampak jangka panjang terhadap kinerja perusahaan yang mana kondisi perusahaan sampai saat ini belum menunjukkan perbaikan yang signifikan," tuturnya.

Namun, perusahaan meyakini segala langkah dan upaya perbaikan yang terus akan dilakukan ke depan dapat mendukung upaya pemulihan kinerja Garuda Indonesia.

Hal ini bertujuan agar perusahaan dapat bertahan melewati krisis pada masa pandemi dan juga menjadi penguat pondasi bagi keberlangsungan di masa yang akan datang.

Sebelumnya, akun media sosial Twitter @Oposan_2014 menulis kabar pemutusan hak kerja (PHK) terhadap 793 pekerja kontrak Garuda Indonesia.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved