Siti Fadilah Bebas dari Rutan Pondok Bambu

Kabag Humas Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Rika Aprianti mengatakan Siti resmi menghirup udara bebas pada Sabtu (31/10/2020) pagi.

Penulis: Bima Putra | Editor: Muhammad Zulfikar
Tribunnews.com/Theresia Felisiani
Mantan Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, DUREN SAWIT - Mantan Menteri Kesehatan terpidana kasus korupsi pengadaan alat kesehatan tahun 2005, Siti Fadilah Supari bebas dari Rutan Pondok Bambu, Jakarta Timur.

Kabag Humas Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Rika Aprianti mengatakan Siti resmi menghirup udara bebas pada Sabtu (31/10/2020) pagi.

"Dibebaskan karena telah selesai menjalani pidana pokok, pidana Denda dan Pidana tambahan uang pengganti telah dibayarkan ke negara," kata Rika dalam keterangannya di Duren Sawit, Jakarta Timur, Sabtu (31/10/2020).

Siti yang ditetapkan jadi tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bebas setelah menjalani masa tahanan empat tahun penjara sesuai vonis.

Selain vonis penjara yang dijatuhkan tahun 2017, Majelis Hakim Pengadilan Negeri Tipikor Jakarta juga mewajibkan Siti membayar denda Rp 200 juta.

"Telah diserahterimakan dari pihak Rutan Kelas I Pondok Bambu ke pihak kuasa hukum. Berjalan lancar sesuai protokol kesehatan," ujarnya.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM (Kakanwil Kemenkumham) DKI Jakarta Liberti Sitinjak membenarkan bebasnya Siti.

Namun dia tidak merinci pukul berapa Siti meninggalkan Rutan Pondok Bambu, hanya bahwa Siti bebas murni setelah menjalani vonis pengadilan.

Baca juga: Update Lengkap Sebaran Covid-19 di Bekasi Sabtu, 31 Oktober 2020

Baca juga: Polisi Kantongi Identitas Terduga Pelaku Tawuran Maut di Sawangan

"Yang penting telah menjalani pidananya sesuai putusan pengadilan. Bebas murni setelah selesai pidananya dijalankan," tutur Sitinjak.

Siti didakwa kasus korupsi pengadaan alat kesehatan terkait antisipasi kejadian luar biasa (KLB) tahun 2005 pada pusat penanggulangan masalah kesehatan (PPMK) Kemenkes.

JPU KPK menuntut Siti divonis enam tahun penjara, denda Rp 500 juta subsider enam bulan kurungan karena mengakibatkan kerugian negara Rp 5,7 miliar.

Dia didakwa Pasal 3 jo Pasal 18 dan Pasal 11 UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 jo Pasal 65 ayat 1 KUHP.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved