Breaking News:

Pendeta Ortodox Ditembak di Kota Lyon: Begini Keterangan Walikota

Insiden di Lyon ini terjadi tiga hari setelah serangan teror di Nice, di mana tiga orang tewas dibunuh di Basilika Notre-Dame.

Tribunnews.com
Ilustrasi pistol 

TRIBUNJAKARTA.COM, LYON- Serangan dilaporkan kembali terjadi di Perancis. Kali ini seorang pendeta Gereja Ortodox ditembak di Kota Lyon.

Si pelaku sempat melarikan diri. Penegak hukum kemudian mengumumkan penangkapan setelah mendapatkan ciri-cirinya dari saksi mata.

Motif serangan terhadap si pastor belum diketahui, di mana pihak berwajib "Negeri Anggur" membuka kemungkinan upaya pembunuhan.

Insiden di Lyon ini terjadi tiga hari setelah serangan teror di Nice, di mana tiga orang tewas dibunuh di Basilika Notre-Dame.

Presiden Perancis Emmanuel Macron menyebut insiden di Nice "serangan teror dari ekstremis", dan menerjunkan ribuan pasukan tambahan untuk mengamankan situs publik.

Penegak hukum Perancis menyatakan, penembakan di Lyon terjadi pada Sabtu pukul 16.00 waktu setempat, seperti dilansir BBC (31/10/2020).

Si pendeta Gereja Ortodox, yang diidentifikasi bernama Nikolas Kakavelakis, ditembak tatkala sedang menutup rumah ibadahnya.

Si pelaku, disebut bersenjatakan shotgun laras pendek, kabur meninggalkan lokasi. Penegak hukum datang dan meminta warga menghindari lokasi kejadian.

Sementara berdasarkan laporan Sky News, senjata yang digunakan pelaku menembak Kakavelakis adalah senapan berburu.

Jaksa Lyon Nicolas Jacquet menerangkan, sosok yang mirip dengan ciri-ciri diberikan oleh saksi mata sudah berada dalam penahanan polisi.

Jacquet menjelaskan si terduga pelaku tidak membawa senjata ketika dia ditangkap, dengan aparat masih berusaha mengungkap identitasnya.

"Sampai saat ini, kami masih belum mengetahui motifnya seperti ini," jelas Wali Kota Gregory Doucet dalam jumpa pers dengan awak media.

Baca juga: Presiden Perancis Disorot Tajam: Ternyata Pernah Akrab dengan Jokowii Ngevlog dan Janjian Bertamu

Baca juga: Ingin Presiden Macron Jera, MUI Tangsel Turut Serukan Boikot Produk Prancis

Baca juga: Terkait Ajakan Boikot Produk Perancis, Begini Respons MUI

Si pendeta disebutkan sedang berada dalam kondisi serius karena ditembak hingga dua kali di perut bagian bawah, jelas pihak berwajib.

Perdana Menteri Jean Castex kemudian menyatakan pemerintah bertekad bakal melindungi setiap warganya dalam menjalankan agama mereka.

Berita ini telah tayang di Kompas,com berjudul: Serangan Lagi di Perancis, Pendeta Ortodox Ditembak di Kota Lyon

Editor: Erik Sinaga
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved