Breaking News:

Boikot Produk Perancis Adalah Tindakan Tegas untuk Perdamaian Dunia

Pernyataan MUI soal boikot produk-produk dari Perancis, sebenarnya inilah pernyataan tegas untuk perdamaian dunia.

AFP
Presiden Perancis Emmanuel Macron. 

M. Cholil Nafis, Lc., Ph D, Pengasuh Pesantren Cendekia Amanah

TRIBUNJAKARTA.COM, DEPOK - Pagi ini, 2 November 2020 saya live zoom di TVRI berkenaan dengan pernyataan MUI soal boikot produk-produk dari Perancis.

Statemen ini oleh sebagian orang dianggap keras karena akan merusak hubungan antara negara dan mengerasnya umat Muslim. Padahal, sebenarnya inilah pernyataan tegas untuk perdamaian dunia.

Pernyataan dan imbauan MUI itu sudah pada jalurnya, yaitu melakukan inkar (penolakan) dengan lisan atas kemungkaran dan kemudian meminta pemerintah dan masyarakat bisa melakukan ingkar dengan tindakan nyata di lapangan.

Pemerintah melakukan kecaman dan lobi-lobi politik untuk menghentikan perilakuku rakyat Perancis yang menghina Nabi SAW atas nama kebebasan berekspresi.

Celakanya, itu dilegitimasi oleh Presiden Perancis Emmanuel Macron untuk tetap membiarkan rakyatnya menghina Nabi SAW.

Baca juga: Dulu Pernah Nge-vlog Bareng, Jokowi Kini Kecam Presiden Perancis Terkait Kontroversi Kartun Nabi

Masalah tambah runyam karena ada pembunuhan yang dilakukan oleh imigran Muslim kepada guru yang menghina Nabi SAW.

Menghina Nabi SAW tak dapat dibenarkan, harus kita lawan dan pastinya marah karena itu bentuk kecintaan umat Islam kepada Rasulullah SAW.

Cinta Rasulullah adalah tuntutan dan tuntunan keimanan sebagaimana cinta kita kepada Allah SWT.

Warga Muslim di Inggris berdemo di depan Kedubes Perancis atas sikap Emmanuel Macron, Jumat (30/10/2020)
Warga Muslim di Inggris berdemo di depan Kedubes Perancis atas sikap Emmanuel Macron, Jumat (30/10/2020) (Anadolu Agency via Getty Images)

Islam mengajarkan untuk mendapat kenikmatan iman itu harus lebih mencintai Allah dan Rasulullah, Nabi Muhammad SAW sebagai satu kesatuan. Jadi, yang mencaci Nabi Muhammad SAW berarti mencaci Allah.

Halaman
123
Editor: Y Gustaman
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved