Antisipasi Virus Corona di DKI
Lonjakan Kasus Covid-19 Mengintai Pascalibur Panjang, Anies Malah Pamer Kapasitas RS Rujukan
Pascalibur panjang cuti bersama Maulid Nabi, lonjakan kasus Covid-19 mengancam warga ibu kota.
Penulis: Dionisius Arya Bima Suci | Editor: Wahyu Aji
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci
TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Pascalibur panjang cuti bersama Maulid Nabi, lonjakan kasus Covid-19 mengancam warga ibu kota.
Sebab, ribuan warga Jakarta berbondong-bondong pergi liburan ke luar kota.
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pun mengakui adanya ancaman tersebut.
Meski demikian, Anies mengaku tak begitu khawatir.
Sebab, pihaknya telah melakukan langkah antisipatif dengan menambah kapasitas rumah sakit rujukan bagi pasien Covid-19.
Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini pun pamer, ia menyebut, fasilitas RS rujukan Covid-19 masih lowong.
"Sekarang kapasitas ICU dan rawat inap Covid-19 itu 55 dan 60 persen. Jadi, kalau ada lonjakan siap menampung," ucapnya, Senin (2/11/2020).
Kasus ledakan Covid-19 pernah terjadi beberapa waktu lalu saat libur panjang di akhir Agustus 2020.
Saat itu, jumlah kasus Covid-19 di ibu kota meningkat drastis hingga mencapai puncaknya di bulan September.
Untuk mencegah hal itu terulang kembali, Anies meminta warganya yang baru pulang bepergian segera memeriksakan kesehatannya.
Pemeriksaan pun bisa dilakukan di puskesmas terdekat dan langsung melaporkan hasilnya ke tim gugus tugas di tingkat RT/RW.
"Bila habis bepergian atau liburan dan mengalami gejala, segera ke puskesmas untuk melakukan observasi," tuturnya.
"Sehingga, bila ada gejala bisa langsung dideteksi lebih awal," sambungnya.
Anies pun kembali mengingatkan masyarakat untuk disiplin menerapkan protokol kesehatan.
Caranya dengan menjalankan pola hidup 3M, yaitu memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak.
"Makanya pakai masker biar tidak menularkan ke orang lain. Karena pakai masker melindungi orang lain," kata Anies.