Breaking News:

5 Bulan Berlalu, Kasus Prank Isi Mayat Bayi di Cipayung Belum Terungkap

Lima bulan berlalu sejak kasus prank kardus berisi mayat bayi yang menimpa seorang warga di Terowongan Ceger, Kecamatan Cipayung.

Freepik
Ilustrasi Bayi Tengkurap 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, CIPAYUNG - Lima bulan berlalu sejak kasus prank kardus berisi mayat bayi yang menimpa seorang warga di Terowongan Ceger, Kecamatan Cipayung pada Jumat (15/10/2020).

Namun setelah waktu berlalu dan pergantian jabatan di jajaran Polres Metro Jakarta Timur kasus prank mayat bayi laki-laki tersebut belum terungkap.

Dikonfirmasi perkembangan kasus, Kapolrestro Jakarta Timur Kombes Arie Ardian Rishadi dan Kasat Reskrim Polrestro Jakarta Timur AKBP Imron Ermawan urung menaggapi.

Tak diketahui pasti apa identitas dua pelaku yang sengaja menyerahkan kardus berisi mayat bayi ke seorang perempuan sudah terungkap atau belum.

TribunJakarta.com mencatat keterangan terakhir yang disampaikan polisi oleh Wakapolrestro Jakarta Timur AKBP Steven Tamuntuan pada Senin (18/5/2020).

Kala itu, Steven mengatakan dari hasil pemeriksaan tim dokter forensik RS Polri Kramat Jati mayat bayi dalam kardus sepatu merupakan korban aborsi.

"Diduga korban aborsi dan lahir prematur. Hasil pemeriksaan awal usia bayinya lima sampai enam bulan," kata Steven di Cipayung, Jakarta Timur, Senin (18/5/2020).

Berdasar hasil pemeriksaan tim dokter forensik RS Polri Kramat Jati bayi diperkirakan jadi korban aborsi dalam usia kandungan 37 minggu.

Halaman
12
Penulis: Bima Putra
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved