Breaking News:

Tentang Surat Edaran Menteri Jokowi Soal UMP 2021, Anies Baswedan Klaim Tak Langgar Aturan

Kebijakan yang diambil Anies ini tentu bertentangan dengan Surat Edaran (SE) Menteri Ketenagakerjaan Nomor M/11/HK.04/2020.

ISTIMEWA/Dokumentasi Pemprov DKI Jakarta
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan Memimpin Rapim Paparan Bantuan Biaya Masuk Sekolah Swasta, Kamis (16/7/2020). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menerapkan kebijakan asimetris untuk upah minimum provinsi (UMP) 2021 sebesar Rp 4,4 juta.

Kebijakan yang diambil Anies ini tentu bertentangan dengan Surat Edaran (SE) Menteri Ketenagakerjaan Nomor M/11/HK.04/2020.

Dalam surat edaran itu, pemerintah pusat melalui Kementerian Ketenagakerjaan mengimbau para gubernur di 34 provinsi untuk tidak menaikan UMP 2020 karena adanya pandemi Covid-19.

Meski tak sejalan dengan imbauan pemerintah pusat, Anies mengklaim, keputusannya menaikan UMP DKI tak melanggar aturan.

Ia menyebut, pihaknya berpedoman pada Peraturan Pemerintah Nomor 78 Tahun 2015 dalam menetapkan kebijakan UMP 2021.

"Kita harus melaksanakan PP itu, kan PP belum pernah dicabut, jadi kami menggunakan rujukan PP," ucapnya, Selasa (3/11/2020).

Baca juga: Tak Sejalan dengan SE Menteri Jokowi Soal UMP 2021, Gubernur Anies Klaim Tak Langgar Aturan

Menurutnya, aturan itu juga memberi kelonggaran bagi perusahaan yang sedang mengalami penurunan pendapatan untuk tidak menaikan upah minimum.

Sedangkan, bagi perusahaan yang tumbuh berkembang diwajibkan untuk mengikuti kebijakan asimetris UMP 2021 ini.

"Jakarta mengadopsi kebijakan satu sisi bagi sektor yang tumbuh berkembang mengikuti UMP tahun 2021 yang diterapkan berdasarkan PP 78/2015 dan bagi kegiatan yang mengalami penurunan, mereka bisa dengan meneruskan UMP tahun 2020," ujarnya.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat menghadiri rilis buku autobiografi Syarif Gerindra, di hotel kawasan Jakarta Pusat, Rabu (14/10/2020) malam.
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat menghadiri rilis buku autobiografi Syarif Gerindra, di hotel kawasan Jakarta Pusat, Rabu (14/10/2020) malam. (TRIBUNJAKARTA.COM/MUHAMMAD RIZKI HIDAYAT)
Halaman
1234
Penulis: Dionisius Arya Bima Suci
Editor: Wahyu Septiana
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved