Breaking News:

Cegah Sengketa, 898 Rumah Ibadah di Jakarta Timur Disertifikasi Tanah

Wali Kota Jakarta Timur Muhammad Anwar mengatakan pembuatan sertifikat tanah itu agar seluruh rumah ibadah memiliki izin mendirikan bangunan (IMB).

TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA
Tampak depan Masjid Al-Anwar tempat Anwar Sadat kehilangan sepedanya di Duren Sawit, Jakarta Timur, Sabtu (5/9/2020). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, CAKUNG - Sebanyak 898 rumah ibadah di Jakarta Timur mengikuti program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) gelaran Badan Pertanahan Nasional (BPN).

Wali Kota Jakarta Timur Muhammad Anwar mengatakan pembuatan sertifikat tanah itu agar seluruh rumah ibadah memiliki izin mendirikan bangunan (IMB).

“Ketika mereka ingin memiliki IMB harus ada alas hak terlebih dahulu, dan syarat IMB harus ada sertifikat. Untuk itu akan dibuatkan sertifikat dan alas hak yang jelas,” kata Anwar saat dikonfirmasi di Jakarta Timur, Selasa (3/11/2020).

Tujuan lainnya yakni mencegah ada masalah sengketa tanah di kemudian hari, mengingat sejumlah rumah ibadah dibangun di tanah wakaf.

Terlebih rumah ibadah umumnya berlokasi strategis, tanpa legalitas dikhawatirkan adanya sengketa tanah saat satu proyek pembangunan berjalan.

"Saat ini BPN memiliki program mensertifikatkan rumah ibadah. Rumah ibadah tersebut, baik dari semua rumah ibadah semua agama yang ada, semua campur,” ujarnya.

Kepala BPN Jakarta Timur Sudarman Harjasaputra menuturkan bakal bekerja sama dengan kantor urusan agama (KUA) dalam pembuatan akte ikrar wakaf.

Baca juga: Bawa Sabu Sekarung, Kakak Beradik di Banyuasin Tak Berdaya Dibekuk Polisi

Baca juga: Cari Ikan Sapu-sapu di Sungai Ciliwung, Nawan Pernah Raup 30 Kg Sehari

Baca juga: Hasil Liga Champions: Luis Suarez Gagal Cetak Gol Saat Atletico Ditahan Imbang Lokomotiv 1-1

Lewat program ini diharapkan tidak terjadi sengketa tanah rumah ibadah sebagaimana yang sebelumnya terjadi di sejumlah wilayah lain.

“Rumah ibadah tersebut baik rumah ibadah agama Islam, Kristen, Hindu, Budha, Khatolik itu semua kita setifikatkan, jadi selain aset dan rumah milik warga, rumah ibadah," tutur Sudarman.

Penulis: Bima Putra
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved