Breaking News:

Virus Corona di Indonesia

Jumlah Penerbangan Internasional di Bandara Soekarno-Hatta Bertambah, Rata-rata 2.500 Orang Sehari

pergerakan penumpang rute internasional di Bandara Soekarno-Hatta pada bulan Oktober 2020 mencapai 77.853 orang.

TribunJakarta.com/Ega Alfreda
Direktur Utama PT. Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin saat ditemui di PKP/PK Bandara Soekarno-Hatta, Selasa (12/2/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda

TRIBUNJAKARTA.COM, TANGERANG - Penerbangan rute internasional di Bandara Soekarno-Hatta semakin sibuk pada akhir tahun 2020 ini walau di tengah pandemi Covid-19.

Berdasarkan data yang terkumpul, pergerakan penumpang rute internasional di Bandara Soekarno-Hatta pada bulan Oktober 2020 mencapai 77.853 orang.

"Atau rata-rata sekitar 2.500 orang perharinya," kata Direktur Utama PT Angkasa Pura II, Muhammad Awaluddin dalam keterangannya, Rabu (4/11/2020).

Di bulan yang sama, lima maskapai pengangkut penumpang rute internasional terbanyak adalah Garuda Indonesia sebanyak 12.020 orang, Qatar Airways 9.427 orang, Emirates 8.757 orang Turkish Airlines 5.494 orang dan China Airlines 4.948 orang.

Adapun rute internasional tersibuk pada Oktober 2020 adalah dari dan ke Doha 9.427 orang, Dubai 8.757 orang, Taipei 6.281 orang, Seoul 5.884 orang dan Istanbul 5.494 orang.

Sementara itu, pada September 2020 rute tersibuk adalah dari dan ke Doha 9.074 orang, Dubai 6.456 orang, Taipei 5.278 orang, Seoul 5.259 orang, dan Kuala Lumpur 4.913 orang.

"Apabila dilihat total jumlah penumpang di lima rute tersibuk Oktober 2020 sebanyak 35.843 orang atau meningkat 13,56 persen dibandingkan dengan jumlah penumpang lima rute tersibuk September 2020," jelas Awaluddin.

Menurutnya, penerbangan internasional sepanjang tahun ini di tengah pandemi didominasi oleh penerbangan repatriasi WNI dan angkutan logistik.

"Penerbangan internasional di Indonesia saat ini di tengah pandemi mungkin bisa dibilang terfokus di Bandara Soekarno-Hatta untuk kepentingan pemulangan WNI, angkutan logistik, perjalanan kedinasan, diplomatik dan sebagainya," ucap Awaluddin.

Adapun di tengah pandemi ini operasional proses kedatangan penumpang internasional di Bandara Soekarno-Hatta mengacu pada Peraturan Menteri Hukum dan HAM Nomor 26/2020 tentang Visa dan Izin Tinggal dalam Masa Adaptasi Kebiasaan Baru.

"PT Angkasa Pura II dan stakeholder seperti Kantor Kesehatan Pelabuhan Kementerian Kesehatan dan Imigrasi melakukan persiapan, meyiapkan fasilitas dan menetapkan prosedur alur kedatangan penumpang untuk memenuhi ketentuan di dalam Permenkumham Nomor 26/2020," kata Awaluddin.

Penulis: Ega Alfreda
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved