Breaking News:

Target Pendapatan APBD 2021 Terlalu Tinggi di Masa Pandemi, DPRD: Enggak Realistis, Jangan Menghayal

Anggota Badan Anggaran DPRD DKI itu menyebut, target pendapatan yang diusulkan Pemprov ini terlalu tinggi.

TRIBUNJAKARTA.COM/d
Suasana rapat paripurna pengesahan Raperda P2APBD 2019 di gedung DPRD DKI, Senin (7/9/2020). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Pemprov DKI bersama DPRD DKI mulai membahas Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2021.

Dalam dokumen Kebijakan Umum Anggaran dan Plafon Prioritas Anggaran Sementara (KUA-PPAS) APBD 2021, Pemprov DKI mengusulkan pendapatan asli daerah (PAD) sebesar Rp 48,1 triliun.

Usulan ini pun mendapat banyak kritik dari legislator Kebon Sirih, Jhonny Simanjuntak salah satunya.

Anggota Badan Anggaran DPRD DKI itu menyebut, target pendapatan yang diusulkan Pemprov ini terlalu tinggi.

Pasalnya, Jakarta masih dilanda pandemi Covid-19 yang belum diketahui kapan berakhirnya.

"Terlalu optimistik bagi Pemprov DKI untuk bisa pendapatannya sampai Rp 48 triliun lebih. Ini situsi corona, itu tidak realistis," ucapnya, Kamis (5/11/2020).

Politisi PDIP ini mengatakan, target pendapatan yang diusulkan Pemprov DKI sama dengan yang dulu pernah diajukan di tahun 2017.

Baca juga: Sebut Target Pemasukan APBD 2021 Tak Realistis Tinggi di Masa Pandemi, DPRD: Jangan Menghayal

"Tahun 2017 kalau tidak salah tidak bisa tercapai jauh. Padahal, ekonomi saat itu masih bagus," ujarnya.

"Nah, apalagi sekarang dengan situasi corona. Memangnya gampang? Kalau begitu dari mana sumber pendapatannya?," sambungnya.

Halaman
12
Penulis: Dionisius Arya Bima Suci
Editor: Wahyu Septiana
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved