Breaking News:

Trump Tumbang di Wisconsin dan Michigan, 6 Suara Lagi Biden Menuju Gedung Putih  

Menguasai Wisconsin dan Michigan, Joe Biden hanya tinggal selangkah lagi memenangkan Pilpres Amerika.

AFP /GETTY IMAGES/FREDERICK J. BROWN VIA KOMPAS
Mantan Wakil Presiden Amerika Serikat Joe Biden tersenyum di debat keenam Capres Demokrat yang digelar oleh PBS Newshour dan Politico di Gersten Pavilion, Universitas Loyola Marymount, Los Angeles, Kamis malam (19/12/2019) 

Pilpres Amerika menggunakan sistem pemilihan yang berbeda dari Indonesia.

Meski sama-sama mengusung demokrasi, namun pemilihan orang nomor satu di Negeri Paman Sam itu tidak benar-benar one man one vote, melainkan ada yang disebut dengan electoral college votes, suara elektoral.

Suara merekalah yang menentukan presiden Amerika setiap empat tahunnya.

Setiap negara bagian memiliki jumlah suara elektoral tertentu berdasarkan populasinya. 

Itu artinya para pemilih menentukan persaingan pada tingkat negara bagian, alih-alih tingkat nasional.

Karenanya, seorang kandidat dimungkinkan merebut suara terbanyak pada tingkat nasional—seperti Hillary Clinton pada 2016—namun kalah dari jumlah suara elektoral.

Semua negara bagian, kecuali dua di antaranya, punya aturan bahwa pemenang bisa merebut semua suara elektoral.

Dengan demikian, setiap kandidat yang mendulang suara terbanyak di sebuah negara bagian berhak meraup seluruh suara elektoral negara bagian tersebut.

Kebanyakan negara bagian condong pada salah satu partai, sehingga fokus setiap capres biasanya tertuju pada 12 atau lebih negara bagian yang peluang kemenangannya 50-50.

Negara-negara bagian ini dijuluki negara bagian kunci pertarungan.

Halaman
1234
Editor: Jaisy Rahman Tohir
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved