Breaking News:

Antisipasi Virus Corona di Indonesia

Akui Banyak Pengangguran Imbas Covid-19, Anies Berkilah: Lapangan Kerja Ada, Kegiatannya Dibatasi

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan tak menampik jumlah pengangguran di ibu kota meningkat imbas pandemi Covid-19.

Penulis: Dionisius Arya Bima Suci
Editor: Wahyu Aji
TRIBUNJAKARTA.COM/DIONISIUS ARYA BIMA SUCI
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat ditemui di Balai Kota DKI, Jumat (11/9/2020). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan tak menampik jumlah pengangguran di ibu kota meningkat imbas pandemi Covid-19.

Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) yang diumumkan Kamis (5/11/2020) kemarin, tingkat pengangguran terbuka (TBT) di DKI Jakarta mencapai 10,95 persen.

Angka ini meningkat 4,41 persen dibandingkan tahun 2019 lalu.

Dibandingkan provinsi lain di Indonesia, angka pengangguran di Jakarta ini menjadi yang tertinggi.

"Jadi, pandemi ini berdampak di aspek sosial, aspek ekonomi, aspek kegiatan keagamaan, dan otomatis kemudian tercermin pada angka-angka partisipasi tenaga kerja," ucapnya, Jumat (6/11/2020).

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini berdalih, tingginya angka pengangguran ini bukan karena tidak adanya lapangan pekerjaan.

Tapi karena dibatasinya kegiatan perekonomian imbas dari pandemi Covid-19 yang tengah melanda sejak Maret lalu.

"Karena lapangan kerja tersedia, yang berkurang itu tingkat kegiatannya," ujarnya di gedung DPRD DKI, Kebon Sirih, Jakarta Pusat.

Untuk itu, ia meminta seluruh warganya menjalankan protokol kesehatan secara disiplin.

Caranya dengan melakukan 3M, yaitu memakai masker, mencuci tangan sesering mungkin dengan sabun, dan menjaga jarak.

"Penting bagi kita untuk disiplin menjalankan protokol kesehatan. Karena kontraksi ekonomi yang terjadi karena ada masalah krisis kesehatan," kata dia.

Bila krisis kesehatan ini tak kunjung tuntas, Anies menyebut, kondisi perekonomian juga sulit membaik.

Guna menanggulangi masalah kesehatan ini, ia pun mengklaim gencar melakukan 3T (testing, tracing, dan treatment).

"Selama krisis kesehatan ini belum tuntas pengendaliannya, maka kita akan selalu menyisihkan dampak ekonominya," tuturnya.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved