Breaking News:

Anggaran Revitalisasi Gedung Juang Tambun Capai Rp36 Miliar Lebih

Pemkab Bekasi melakukan penambahan dana sebesar Rp3 miliar untuk menutaskan revitalisasi.

TRIBUNJAKARTA.COM/YUSUF BACHTIAR
Desain revitalisasi Gedung Juang Tambun, Jalan Sultan Hasanudin, Kecamatan Tambun Selatan, Bekasi. 

Laporan wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, TAMBUN SELATAN - Pemerintah Kabupaten Bekasi menganggarkan sebanyak Rp36,9 miliar dalam Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) 2020 untuk kegiatan revitalisasi Gedung Juang Tambun, Jalan Sultan Hasanudin, Kecamatan Tambun Selatan.

Kepala Dinas Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Disbudpora) Kabupaten Bekasi Rahmat Atong mengatakan, dana itu seluruhnya berasal dari pendapatan daerah.

"Dana revitalisasi berasal dari APBD 2020, kita targetkan rampung akhir tahun ini supaya bisa segera dimanfaatkan," kata Rahmat, Jumat, (6/11/2020).

Kegiatan revitaliasi sudah berjalan sejak awal tahun, pada APBD perubahan, Pemkab Bekasi melakukan penambahan dana sebesar Rp3 miliar untuk menutaskan revitalisasi.

Desain revitalisasi Gedung Juang Tambun, Jalan Sultan Hasanudin, Kecamatan Tambun Selatan, Bekasi.
Desain revitalisasi Gedung Juang Tambun, Jalan Sultan Hasanudin, Kecamatan Tambun Selatan, Bekasi. (ISTIMEWA/Dokumentasi Pemkab Bekasi)

"Revitalisasi tidak membongkar bangunan, tetapi hanya melakukan perbaikan dan menambah fasilitasnya, karena bangunan itukan termasuk cagar budaya," terang dia.

Seperti yang diketahui, Gedung Juang Tambun memang kurang dikelola dengan baik, bahkan atap bangunan sempat dihuni kawanan kelelawar yang membuat populasi di area tersebut.

Akibatnya, gedung yang memiliki nilai sejarah ini kurang dilirik warga sebagai destinasi wisata lantaran kondisinya yang kurang nyaman.

Dia mejelaskan, beberapa fasilitas yang nantinya akan ditambah dalam kegiatan revitalisasi ini ialah panggung seni dan pertunjukkan di plaza Gedung Juang Tambun.

Ditambah, fasilitas meseum digital yang akan dikembangkan di area dalam Gedung Juang, sehingga keberadaan bangunan cagar budaya dapat menarik wisata sejarah.

"Di dalam gedungnya itu akan kita kembangkan meseum, konsepnya meseum digital jadi lebih modern," terang dia.

Konten sejarah yang nantinya akan ditampilkan tentunya tidak lepas dari sejarah Bekasi, terlebih di jaman perjuangan hingga mempertahankan kemerdekaan.

"Karena gedung ini punya nilai sejarah, jadi kami ingin membuat wisata sejarah di Bekasi supaya gedung ini menjadi meseum perjuangan rakyat Bekasi," ujarnya.

Penulis: Yusuf Bachtiar
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved