Breaking News:

Digitalisasi Warung dalam Pemulihan Ekonomi Nasional

Kegiatan bisnis mengalami perubahan demi menjamin kesehatan publik dan hal ini juga mempengaruhi pola produktivitas masyarakat.

TRIBUNJAKARTA.COM/SATRIO SARWO TRENGGINAS
Suasana Warung Tenda Sate Padang Ajo Ramon di Pasar Santa, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan pada Senin (17/2/2020). 

FOLLOW JUGA:

"Integrasi pembayaran digital sebagai sebuah solusi baru seperti contohnya opsi “pay later” memungkinkan para pemilik warung lebih terpapar terhadap layanan keuangan yang lebih transformatif," terang Nipun. 

Dengan mengandalkan solusi digital, para pelaku bisnis/pemilik warung dapat menghemat waktu dan tenaga mereka dengan melakukan aktivitas bisnis secara daring seperti melakukan pembelian dan membandingkan harga untuk keperluan stok.

Selain itu, adopsi solusi digital juga dapat meningkatkan arus kas mereka karena para pemilik warung dapat mengelola tingkat stok barang secara efisien dan di waktu yang bersamaan, juga menjaga kesehatan mereka hanya dengan menggunakan smartphone untuk memesan barang tanpa harus pergi keluar rumah.

Baca juga: Zaskia Sungkar Cerita Alasan Nikah Demi Bebas dari Sang Ayah, Irwansyah Beberkan Konflik Tak Terduga

"Terlepas dari berbagai rintangan yang dihadapi oleh para pelaku usaha mikro, saya telah melihat adanya peningkatan signifikan dalam kinerja dan praktik bisnis di semua lini rantai pasok," ujar Nipun.

Menurut Nipun, fleksibilitas dan adaptasi UMKM Indonesia yang terjadi secara luar biasa hari ini menjadi tanda dan harapan untuk Indonesia.

"Tren ini harus berlanjut, dan saya  optimis bahwa pemulihan ekonomi Indonesia secara keseluruhan yang dicanangkan pada 2021 dapat dicapai bersama," jelas Nipun Mehra. (*)

Editor: Kurniawati Hasjanah
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved