Antisipasi Banjir, Pemkot Jakarta Pusat Gerebek Lumpur di Kali Sentiong Hingga Kecamatan Senen

Pemerintah Kota Jakarta Pusat terus berupaya mengantisipasi banjir di wilayahnya dengan membersihkan sampah yang berada di kali-kali.

TribunJakarta.com/Satrio Sarwo Trengginas
Wakil Walikota Jakarta Pusat, Irwandi, memimpin apel di Jalan Merdeka Barat, Jumat (30/11/2018). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Muhammad Rizki Hidayat

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Pemerintah Kota Jakarta Pusat terus berupaya mengantisipasi banjir di wilayahnya.

Total ada delapan kecamatan yang berada di wilayah Jakarta Pusat.

Wakil Wali Kota Jakarta Pusat, Irwandi, menyatakan pihaknya telah menggerebek lumpur alias membersihkan sampah yang berada di kali.

"Mulai dari Kali Sentiong, Johar Baru, Senen, dan hampir semua kecamatan setiap minggu kami gerebek lumpur," kata Irwandi, saat dihubungi, Sabtu (7/11/2020).

Begitu juga dengan Kali Petamburan yang berada di Kecamatan Tanah Abang.

"Saluran air atau Kali di Kelurahan Petamburan diperdalam," tuturnya.

"Jadi kalau curah hujan tinggi, kalau tambah dalam satu sampai 1,5 meter itu kan lumayan, tampungan airnya jadi lebih besar," lanjut Irwandi.

Wakil Wali Kota Jakarta Pusat, Irwandi, bertemu dengan para senior Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) di area gedung Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (31/10/2019) pagi.
Wakil Wali Kota Jakarta Pusat, Irwandi, bertemu dengan para senior Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) di area gedung Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (31/10/2019) pagi. (TRIBUNJAKARTA.COM/MUHAMMAD RIZKI HIDAYAT)

Tiap Minggu, Irwandi menyatakan pihak Suku Dinas Sumber Daya Air dan pasukan oranye bersinergi menggerebek lumpur.

"Kami setiap hari Minggu itu kerja bakti besar besaran, gerebek lumpur," ucapnya.

"Kalau di jalanan (saluran air), kami hampir setiap hari cek tali air dan kemiringan jalan," sambungnya.

Gerebek lumpur di saluran air jalan raya, lanjutnya, dibantu Suku Dinas Bina Marga Jakarta Pusat.

"Begitu hujan turun, langsung PPSU turun, dicek Suku Dinas Bina Marga apa penyebabnya," jelas Irwandi.

"Misalnya tali airnya kurang, besok kami kerahkan petugas dari Bina Marga buat menambah tali air atau tangkapan lumpurnya diperdalam," tutup dia.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved