Breaking News:

Cegah Tindakan Kekerasan Hingga Gaji Tak Dibayarkan, BP2MI Bekali Pekerja dengan Surat ‘Sakti’

BP2M memberikan edukasi tentang bagaimana mengelola keuangan dan investasi tabungan berupa emas kepada 1.000 pekerja migran Indonesia (PMI).

TribunJakarta/Dwi Putra Kesuma
Kepala BP2MI , Beni Rhamdani, saat dijumpai wartawan di Gedung Graha Insan Cita, Sukmajaya, Kota Depok, Senin (9/11/2020). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dwi Putra Kesuma

TRIBUNJAKARTA.COM, SUKMAJAYA – Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) siang ini menggelar edukasi tentang bagaimana mengelola keuangan dan investasi tabungan berupa emas kepada 1.000 pekerja migran Indonesia (PMI) yang akan berangkat ke luar negeri.

Kepala BP2MI, Beni Rhamdani, mengatakan, 1.000 pekerja ini nantinya akan bekerja di negara Hongkong, Taiwan, Singapura, dan beberapa negara lainnya.

“Mereka adalah pekerja skill, tentu harapan kita bekerja dengan baik dan mereka dijamin hak-haknya sebagaimana perjanjian yang mereka tandatangani, dan negara akan mengawasi serta mengontrol sepenuhnya itu,” ujar Beni di Gedung Graha Insan Cita, Sukmajaya, Kota Depok, Senin (9/11/2020).

Beni menjelaskan, saat ini para pekerja dibekali surat ‘sakti’ yang diharapkan bisa menjadi pelindung agar tak menjadi korban kekerasan, pelecehan, atau pun yang lainnya,

“Surat ini harus mereka bawa ini kasih ke majikan atau pimpinan perusahaan. Tertulis jelas ada lambang Garuda Indonesia dan tandatangan kepala BP2MI, artinya surat resmi negara. Dengan permohonan adalah, atas nama pemerintah Indonesia saya menitipkan salah satu warga negara kami yang baik untuk bekerja di negara anda mohon dilindungi dan dipenuhi hak2nya sesuai perjanjian kerja dan peraturan perundang2an di negara anda,” jelas Beni.

Melalui surat tersebut, Beni berujar tertuang juga pernyataan bahwa pekerja tersebut sudah memiliki dan memenuhi seluruh kompetensi yang dibutuhkan oleh perusahaan,

Kepala BP2MI Beni Rhamdani, menunjukan surat 'sakti' yang menjadi bekal para pekerja migran Indonesia (PMI), Senin (9/11/2020).
Kepala BP2MI Beni Rhamdani, menunjukan surat 'sakti' yang menjadi bekal para pekerja migran Indonesia (PMI), Senin (9/11/2020). (TribunJakarta/Dwi Putra Kesuma)

“Jadi kita serahkan kita titipkan dan kewajiban mereka untuk melindungi dan memenuhi semua haknya. Kita tidak ingin lagi ada peristiwa-peristiwa tindakan-tindakan tidak menyenangkan oleh siapapun yang dialami oleh para pekerja migran Indonesia,” bebernya.

“Sekali lagi mereka adalah pejuang keluarga, pahlawan devisa. Negara, pemerintah harus malu jika ada satu peristiwa yang tidak menyenangkan yang dialami oleh satu orang PMI saja. Kita tidak ingin membiarkan adanya eksploitasi, tindakan kekerasan fisik, gaji yang tidak dibayar sesuai kontrak, pemutusan hubungan kerja secara sepihak yang semua itu bagian dari upaya mencederai perjanjian kerja,” pungkasnya.

Penulis: Dwi Putra Kesuma
Editor: Wahyu Septiana
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved