Breaking News:

Antisipasi Virus Corona di Bekasi

Ketua Komisi IV DPRD Tak Sepakat Soal Wacana Sekolah Tatap Muka yang Diinginkan Wali Kota Bekasi

Keberatan DPRD Kota Bekasi tersebut karena angka sebaran Covid-19 di Kota Bekasi belum turun

TribunJakarta.com/Yusuf Bachtiar
Ketua Komisi IV DPRD Bekasi tidak sepakat mengenai wacana Walikota Bekasi Rahmat Effendi yang akan menggelar sekolah tatap muka 

Laporan wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI TIMUR - DPRD Kota Bekasi tidak sepakat soal wacana sekolah tatap muka yang dikemukakan Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi baru-baru ini.

Keberatan DPRD Kota Bekasi tersebut karena angka sebaran Covid-19 belum turun.

"Mengacu pada data Satgas Covid-19 Jawa Barat, Kota Bekasi masih masuk zona merah, saya berharap sampai clear dulu situasinya," kata Ketua Komisi IV DPRD Kota Bekasi Heri Purnomo, Selasa, (10/11/2020).

Heri menjelaskan, Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi sebaiknya mengikuti alur kebijakan pemerintah pusat soal pembukaan sekolah untuk belajar tatap muka.

"Situasinya sesuai dengan apa yang menjadi keputusan Menteri Pendidikan, bisa dibuka sampai zonanya benar-benar aman, tetap kordinasi dengan pusat dan Jawa Barat," ungkap Heri.

Heri mengakui, kondisi belajar daring memang tidak semaksimal belajar tatap muka, masukan dari sekolah dan orangtua agar sekolah dapat dibuka sering menjadi bagian dari aspirasi.

"Memang ada masukan dari beberapa pihak, tetapi ada juga masukan agar kebijakan soal anak atau sekolah lebih hati-hati," terangnya.

Belajar daring sampai saat ini merupakan langkah paling tepat supaya anak-anak pelajar dapat terhindar dari sebaran Covid-19.

"Karena anak-anak kan berbeda dengan orang dewasa, kalau orang dewasa mungkin bisa diarahkan agar melakukan tiga M (memakai masker, jaga jarak, memcuci tangan)," ucapnya.

Halaman
12
Penulis: Yusuf Bachtiar
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved