Mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo Batal Hadir Terima Bintang Mahaputra dari Presiden Joko Widodo

Mantan Panglima TNI Jenderal Purnawirawan Gatot Nurmantyo batal hadir terima tanda jasa dan tnada kehormatan dari Presiden Jokowi.

Editor: Wahyu Aji
Harian Warta Kota/Henry Lopulalan
Presiden Joko Widodo (kiri) dan mantan Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menjawab pertanyaan wartawan di Istana Negara, Jalan Veteran, Jakarta Pusat, Rabu (9/11/2016). 

"Para kepala staf angkatan periode lalu yang akan menerima tanda jasa terkonfirmasi," katanya.

Menurut Heru konfirmasi kehadiran calon penerima penghargaan dilihat dari pendaftaran untuk mengikuti uji swab yang menjadi syarat masuk ke lingkungan istana dan bertemu Presiden Jokowi.

Meskipun demikian menurut dia, tidak menutup kemungkinan mereka yang belum mendaftar untuk uji swab, melakukan tes mandiri. Pihaknya kata Heru akan menerima hasil uji swab mandiri tersebut.

"Mungkin malam ini, sore ini beliau-beliau yang terhormat itu kan lagi baca lagi ini. Nanti akan terus meningkat jumlahnya (yang akan hadir)," kata dia.

Sebelumnya Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Mahfud MD menyebut Presiden Joko Widodo akan menganugerahkan Jenderal TNI (Purn) Gatot Nurmantyo dan Hakim Konstitusi Arief Hidayat akan mendapatkan anugerah Bintang Mahaputera.

Mahfud mengatakan Presiden akan menganugerahi mereka penghargaan tersebut pada 10 dan 11 November 2020. Hal tersebut disampaikan Mahfud dalam akun Twitternya @mohmafudmd pada Selasa (3/11/2020).

"Tanggal 10 dan 11 November 2020 Presiden akan menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional (PN) dan Bintang Mahaputera (BM). Yang dapat gelar PN, antara lain, SM Amin dan Soekanto; yang dapat BM, antara lain, Gatot Nurmantyo dan Arief Hidayat," kata Mahfud.

Mahfud menjelaskan Gatot dan Arief mendapatkan penghargaan Bintang Mahaputera karena semua mantan Panglima TNI dan mantan pimpinan lembaga negara yang telah menyelesaikan jabatannya dalam satu periode, berhak mendapatkan penghargaan tersebut.

Gatot sendiri merupakan Panglima TNI periode 2015 sampai 2017 dan Arief merupakan mantan pimpinan lembaga negara yakni Ketua Mahkamah Konstitusi periode 2015 sampai 2018.

"Ya, semua mantan panglima dan semua mantan menteri serta pimpinan lembaga negara yang selesai satu periode juga dapat Bintang Mahaputera. Itu harus diberikan tanpa pandang bulu," kata Mahfud. (Tribunnews/Taufik Ismail)

Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved