Breaking News:

Pernah Jadi Korban, Pimen Beralih Jadi Pelaku Penipuan Modus Uang Palsu

FH alias Pimen (20) membayar ponsel bekas milik korban seharga Rp 1,9 juta dengan menggunakan uang palsu pecahan Rp 100 ribu.

Penulis: Elga Hikari Putra | Editor: Wahyu Septiana
TRIBUNJAKARTA.COM/JAISY RAHMAN TOHIR
Ilustrasi uang palsu. FH alias Pimen (20) membayar ponsel bekas milik korban seharga Rp 1,9 juta dengan menggunakan uang palsu pecahan Rp 100 ribu. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Elga Hikari Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, TAMBORA - Bukannya melaporkan orang yang menipunya, FH alias Pimen (20) justru ikut beralih jadi penipu.

Penipuan itu dilakukannya dengan menggunakan uang palsu saat membeli ponsel bekas.

Kapolsek Tambora, Kompol Faruk Rozi menjelaskan, peristiwa itu terjadi di Gang Asem, Jembatan Besi, Tambora pada Minggu (8/11/2020) setelah Pimen melihat iklan jual ponsel bekas yang diposting korbannya di media sosial.

Setibanya di lokasi, Pimen kemudian membayar ponsel bekas milik korban seharga Rp 1,9 juta dengan menggunakan uang palsu pecahan Rp 100 ribu.

Adapun saat itu korban langsung sadar bahwa uang itu palsu karena kondisinya yang berbeda dari uang asli.

"Saat di cek oleh korban, uang itu sangat halus dan warnanya agak luntur. Karena yakin uangnya palsu maka korban meminta bantuan warga untuk mengamankan pelaku," kata Faruk saat dikonfirmasi, Rabu (11/11/2020).

Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Tanjung Priok, AKP Faruk Rozi.
Kapolsek Tambora, Kompol Faruk Rozi . (TribunJakarta/Gerald Leonardo Agustino)

Faruk menuturkan, dari pengakuan Pimen, dia nekat jadi penipu lantaran sebelumnya dia pernah menjadi korban atas kasus serupa.

"Pelaku mengaku mendapatkan uang palsu tersebut dari hasil penjualan handphonenya kepada orang tidak dikenal saat bertransaksi di Kebon Jeruk," tuturnya.

Tindakan Pimen yang justru menggunakan uang palsu itu menipu orang lain membuatnya harus meringkuk di tahanan Polsek Tambora.

Baca juga: JKT48 Terancam Bubar, Pertunjukan Theater Dihentikan hingga Event Dibatalkan karena Pandemi Covid-19

Dia dikenakan pasal 36 ayat ( 3 )  Undang-Undang RI No. 7 tahun 2011 tentang mata uang Juncto pasal 245 KUHP.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved